Mataram, suaranusa – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) NTB telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 43.190 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan shabu, selain itu kurang lebih 13.460 dari penyalahgunaan ganja dan kurang lebih 8000 diselamatkan dari penyalahgunaan narkoba ekstasi/inex.
Jumlah penyalahgunaan yang berhasil diselamatkan tersebut jika dilihat dari barang bukti narkoba yang telah diamankan dari tujuh kasus yang di ungkap oleh BNNP NTB di awal tahun 2023 ini.
,”Total barang bukti yang berhasil disita dan diamankan oleh BNNP NTB dari semua Laporan Kasus Narkotika (LKN) yaitu shabu seberat 3.599,2 gram,ganja seberat 6.729,9 gram dan ekstasi/inex seberat 748,37 gram (2000 butir), “ucap
Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol. Gagas Nugraha, saat pemusnahan barang bukti , Senin (12/6/2023).
Menurutnya, dari jumlah tersebut ada yang dimusnahkan yaitu shabu dengan berat netto keseluruhan 3189,77 gram ekstasi / inex sebanyak 1976 butir berat bersih seberat 739,38 gram dan ganja dengan berat bersih seberat 2775,57 gram.
Dimana barang bukti yang dimusnahkan tersebut dari dua dari tujuh kasus yang telah berhasil diungkap oleh BNNP NTB.
Pemusnahan barang bukti tersebut disaksikan langsung oleh para tersangka serta di hadiri oleh Gubernur NTB dan sejumlah pejabat lainnya baik dari TNI Polri dan instansi sipil.
Pada kesempatan tersebut
Kepala BNNP NTB
juga mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengawasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.
,”Kepada seluruh kalangan Masyarakat apabila terdapat aktifitas yang mencurigakan seperti kegiatan transaksi jual beli narkotika ataupun mungkin produksi jangan ragu segera menghubungi/melaporkan ke aparat terdekat baik kepada kepolisian, BNN melaului telpon,sms,whatsApp 085238944442 maupun aparat terkait lainnya,”bebernya..
,”Ayo lindungi keluarga kita dari bahaya narkoba, karena keluarga merupakan faktor penting dalam menumbuhkan ketahanan diri remaja terhadap penyalahgunaan narkoba. Hubungan komunikasi orang tua dengan anak yang perlu lebih intens, pengasuhan orang tua yang lebih demokratis, serta hubungan kekeluargaan yang hangat menjadi menjadi hal penting dalam membuat remaja memiliki ketahanan diri yang tinggi,”pungkasnya.(SN.red)






