Lombok Tengah, suaranusa — Bupati Lombok Tengah H. L. Fathul Bahri menyebutkan bahwa ucapan yang dilontarkan oleh salah seorang oknum staf pegawai BKPSDM Lombok Tengah inisial LRM kepada salah seorang guru via Whatsaap merupakan ucapan spontanitas karena faktor kejiwaan.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Lombok Tengah saat berada di Dikbud Lombok Tengah usai melakukan pertemuan dengan sejumlah guru pada Rabu (02/08/2023.)
,”Ucapan tersebut terlontar oleh LRM karena kondisi saat itu lelah dengan banyaknya tugas untuk melakukan input data guru ke server, dalam hitungan detik seluruh guru dalam waktu jam yang sama akan absen,”ucapnya.
,“Namun ini kebutuhan manusia yang membutuhkan cara dan kesabaran. Kemudian di sisi lain ada sejumlah persoalan di lapangan, misalnya signal” tambahnya.
Di lain sisi, LRM diberondong dengan pertanyaan yang kadang langsung ke WA pribadinya di saat capek dan lelah, sehingga keluarlah kalimat-kalimat seperti yang beredar dalam pemberitaan dengan tidak sengaja dan dengan tidak bermaksud mengkreditkan para guru,”ungkapnya.
“Itu terucap karena kecapaian saja dan LRM meminta maaf” jelasnya.
Sementara itu LRM akan melakukan permintaan maaf secara langsung kepada seluruh perwakilan para guru yang difasilitasi Sekda, bertempat di Gedung PGRI Loteng.
,“Jadi tidak ada persoalan, ini persoalan uji coba sistem absensi pegawai dengan berbagai fitur-fitur pentingnya yang harus tersosialisasi” ungkapnya.
Karena itu, Bupati berharap degan penjelasanya tersebut, sesuai dengan hasil klarifikasi dari yang bersangkutan, akan membuat semua menjadi tenang dan damai seperti sediakala.
Terpisah salah satu tokoh muda di Lombok Tengah, M. Samsul Qomar melalui akun media sosialnya menyampaikan bahwa terhadap pingerprint yang tidak berfungsi dengan baik merugikan rekan rekan guru yang semestinya tidak bertanggung jawab dengan alat tersebut, harusnya ada solusi untuk memberikan jaminan bahwa pingerprint tersebut dapat ontime.
,”Meskipun kawan kawan guru datang jam 06.00 dan pulang sore hari akan tetapi tetap saja tidak bisa melakukan Absen gara gara signal pingerprint tidak berfungsi dengan baik, ini harus menjadi perhatian”,katanya.
Sementara itu menyoroti terkait perseteruan antara salah satu oknum guru dengan pegawai BKPSDM Lombok Tengah yang berujung PGRI akan melaporkan permasalahan tersebut ke APH, Samsul Qomar mengatakan bahwa permasalahan tersebut merupakan ranah pribadi.
,”Orang bicara personal ke personal sebaiknya jangan disebarkan, karena undang undang ITE memproses orang yang menyebarkan”,ungkapnya.
,”Tentu kita tidak membenarkan kata kata yang digunakan oleh oknum LRM yang menjustifikasi rekan rekan guru, sepatutnya harus ada tabayyun secepatnya antara pemerintah dalam hal ini Sekda untuk memberikan ruang kepada PGRI dan yang bersangkutan untuk diselesaikan secepatnya agar tidak membias dan menjadi perbincangan yang tidak ada faedahnya,”harapnya.
Selain itu, Ia juga berharap kepada Mentri Pendidikan RI dan pihak pihak yang berkompeten untuk mengevaluasi sistem absen digital saat ini, agar tidak merugikan siapa siapa.
Selain itu MSQ juga menyoroti soal sarana tempat belajar bagi anak anak di beberapa sekolah dasar yang ada di Kabupaten Lombok Tengah yang dianggap tidak layak pakai serta terkait kenyamanan dan keselamatan dalam belajar, agar menjadi atensi pihak terkait.(SN.02)






