Bank NTB Syariah Di Geruduk Massa, Polresta Berikan Pengamanan

Mataram, suaranusa – Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Masyarakat Peduli Hukum Indonesia ( MPHI) Bebet Mandalika gelar aksi unjukrasa di kantor pusat Bank NTB Syariah yang teretak di jalan Udayana Kota Mataram.

Kedatangan massa tersebut membawa sejumlah persoalan yang di rangkum dalam beberapa tuntutan.

Aksi yang mendapat pengawalan dari pihak kepolisian tersebut sempat terjadi caos antara massa aksi dengan petugas saat massa hendak masuk kedalam areal kantor bank.

Hal ini dilakukan karena massa tidak ingin ditemui oleh perwakilan dan hanya mau ditemui lamgsung oleh Direktur Utama, agar apa yang menjadi tuntutan mereka bisa terjawab langsung.

Walaupun sempat terjadi aksi saling dorong namun akhirnya sejumlah perwakilan massa aksi di fasilitasi dan bertemu dengan pihak management bank dengan pengawalan pihak kepolisian.

Namun dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa yang tidak puas dengan jawaban yang disampaikan oleh pihak perwakilan managemen akan kembali melakukan aksi hingga bisa bertemu langsung dengan Direktur utama.

Koordinator lapangan aksi, Lalu Rendi mengatakan bahwa dalam aksi yang dilakukan ada sejumlah hal yang menjadi tuntutan yang diingin disampaikan langsung kepada Direktur Utama Bank NTB Syariah berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh pihaknya.

Menurutnya, adapun yang menjadi tuntutan mereka dalam aksi ini yaitu ganti dirut bank NTB syariah, usut tuntas sponshorship MXGP, usut tuntas dugaan korupsi,usut tuntas pembelian lahan fiktif Mandalika, riksus direksi bank NTB syariah serta selamatkan bank NTB syariah.

Sementara itu, Desk Head SEP Bank NTB Syariah, Erma Dermawati, mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif aksi unjukrasa sebagai bentuk kontrol dari masyarakat untuk kemajuan bank.

,”Aksi itu positif karena itu kritik membangun, Insyaallah kami positif tingking,” ucapnya didampingi Corporate Communication, M. Arif Sanjani,

Bahkan Erma menyampaikan terkait dengan informasih yang beredar diluar masalah hasil audit itu tidak benar.

Karena itu, lanjutnya untuk menjawab apa yang menjadi tuntutan massa aksi , pihaknya mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan atau menjawab pertanyaan dari massa aksi.

“Terkait dengan dugaan yang disampai massa, kami akan liat data yang disampaikan oleh mereka, karena sampai saat ini data dari mereka belum kami liat, bagaimana bisa kami menjawab,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Selaparang, Iptu Muhammad Baejuli. mengatakan bahwa dalam mengamankan aksi unjukrasa tersebut diterjunkan sekitar 100 personil.

Menurutnya, aksi unjukrasa berjalan kondusif dan setelah difasilitasi akhirnya perwakilan massa ditemui diterimah oleh pihak management bank NTB Syariah.(SN.01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *