Mataram, suaranusa – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) gelar kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas dalam pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara pemilihan tahun 2024.
Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Bawaslu NTB, Itratip tersebut digelar selama dua hari Selasa- Rabu (12-13/11/2024) tersebut diikuti oleh Kordiv SDM Data, Diklat dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Kota dan Panwascam se NTB.
Pada kesempatan tersebut Ketua Bawaslu NTB, Itratip, mengingatkan kepada seluruh jajarannya mulai dari Bawaslu hingga panwascam bahwa kegiatan yang digelar saat ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan dalam menghadapi hari pencoblosan pemilihan serentak 2024 yang tinggal menghitung hari.
,”Kegiatan provinsi yang dilaksanakan menjelang hari pencoblosan itu tidak lagi untuk merelaksasi teman tenan panwascam dan kabupaten kota,tetapi kita mengecek kesiapan kita dalam melakukan pemgawasan di minggu minggu terakhir,”ucapnya saat membuka kegiatan.
Karena itu menurutnya, bahwa kegiatan ini juga sebagai bentuk kesiapan dan keseriusan seluruh jajaran bawaslu hingga ketingkat panwascam untuk melakukan pengawasan pada hari pencoblosan.
Namun ungkapnya tantangan yang dihadapi menjelang hari pencoblosan pemilihan serentak tahun 2024 pada tanggal 27 November nanti bukan semakin ringan namun semakin komplek.
,”Dinamika yang kita hadapi semakin komplek,semakin komplit ,sehingga membutuhkan keseriusan dan kepedulian semua untuk memastikan seluruh energi siap untuk menghadapi segala dinamika yang terjadi dua minggu terakhir ini,”ungkapnya.
Karena kalau melihat porsentase laporan yang masuk ke panwascan maupun ke Bawaslu Kabupeten Kota dan provinsi di dua minggu terakhir ini lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya.
Bahkan Bawaslu provinsi yang sebelumnya jarang menerima laporan namun dari peristiwa tersebut buktinya tidak banyak mendukung namun sekarang ada laporan laporan peristiwa yang rekaman oleh video dan tentunya antisipasi dilakukan dengan kesiapan dari panwascam.
Dimana panwascam merupakan ujung tombak dari Bawaslu Provinsi dan Kabupaten Kota untuk merekam seluruh peristiwa yang ada di lapangan.
,”Banyak temuan itu ditemukan oleh teman teman panwascam, kemudian diteruskan ke Bawaslu Kabupaten Kota”ungkapnya.
Namun lanjutnya,pasca pelantikan Pengawas TPS tentu akan menambah sumberdaya dalam memperkuat pengawasan di lapangan.
Oleh karena itu, terangnya , kegiatan yang digelar saat ini sangat penting untuk mereples kembali pengetahuan terkait dengan pemungutan suara karena merupakan puncak dari aktifitas yang dilakukan oleh pengawas TPS.
,”Maka dari itu bintek terhadap Pengawas TPS selanjutnya harus sesuai dengan materi materi yang diterimah saat ini,”tegasnya.
Selain itu,panwascam juga diingatkan untuk selaku melakukan pembinaan terhadap para Pengawas TPS terkait sejauhmana memahami isi dari buku saku karena tidak semua PTPS saat ini pernah bertugas pada saat pemilu kemaren,jadi jangan sampai nanti t saat bertugas tidak memahami isi dari buku saku hingga bisa memahami tupoksinya.
Dikatakannya kenapa pengetahun pengawas TPS itu pening untuk dipastikan karena itu menentukan kualitas pengawasan pada saat pemungutan suara,karena jangan sampai tidak mengetahui prosedur atau SOP mulai dsri pembukaan hingga perhitungan.
Sementara itu ditambahkan oleh Kordiv SDMO dan Diklat Bawaslu NTB,Syaifuddin.bahwa kegiatan
peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengawas dalam pembekalan Pengawas Tempat Pemungutan Suara pemilihan tahun 2024 , diikuti oleh Kordiv SDM Data, Diklat dan Pelatihan Bawaslu Kabupaten Kota dan Panwascam se NTB serta operator.
Karena itu Syaifuddin berharap kepada par kordiv dan anggota panwascam apa yang diperoleh dalam kegiatan ini nantinya bisa diteruskan ke pengawas TPS untuk bisa meningkatkan kapasitas dalam melakukan tugas dan fungsinya.(SN.01)






