Bawaslu Beberkan Penyebab Gugurnya Penyelenggara Pemilu 2019

Banyaknya korban penyelenggara Pemilu serentak 2019 menjadi sorotan publik. Betapa tidak, dibanding Pemilu tahun sebelumnya, tahun ini merupakan Pemilu yang memakan banyak korban. Dari yang menderita sakit sampai meninggal dunia.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Khuwailid menyampaikan faktor kelelahan menjadi faktor banyaknya korban penyelenggara berguguran. Selain itu, faktor psikologis akibat tekanan masyarakat juga berpengaruh terhadap korban. Kurangnya kepercayaan masyarakat kepada panitia penyelenggara berdampak terhadap psikologis korban.
Selain itu, dijelaskannya bahwa beban faktor kelelahan dimulai dari 10 hari sebelum hari H. Sehingga pada puncak klimaks pelaksanaan Pemilu, penyelenggara merasakan kelelahan yang begitu luar biasa. Dipengaruhi juga oleh masalah pendistribusian yang dinilai cukup lama. Pendistribusian logistik tiba di lokasi 3 hari sebelum hari H.
“Kedepannya, kita akan evaluasi masalah manajemen pendistribusian logistik agar tidak membebani petugas,” ungkapnya Saat ditemui di TPS 008 Aik Mual Praya, Sabtu (27/04).
Kemudian, Ia menjelaskan pihaknya akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran secara teknis. Sebab, selain banyaknya korban jiwa pada Pemilu tahun ini, faktor hujan juga berdampak pada logistik yang basah dan rusak. Sehingga secara teknis sangat perlu untuk dibenahi.
“Pemilu serentak tahun ini banyak memberikan pelajaran untuk kita agar lebih maksimal lagi ke depannya. Kita juga harapkan untuk Pemilu berikutnya tidak ada lagi korban jiwa” pungkasnya. (ces) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *