Obyek wisata Batu Payung yang berada di kawasan pantai Aan Kecamatan Pujut dikabarakn runtuh pada Minggu (31/03) larut malam. Batu payung yang berdiri dipingiran pantai dikabarkan runtuh akibat hantaman gelombang ombak. Tidak ada saksi mata yang melihat peristiwa tersebut. Mengingat kejadiannya berlangsung pada larut malam. Kejadian tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Bupati Lombok Tengah H. Suhaili, FT, pun angkat bicara terkait runtuhnya batu payung.
Suhaili sangat menyayangkan kejadian itu, namun di sisi lain, ia menjelaskan bahwa semua merupakan fenomena alam yang tak bisa dihindari oleh apapun dan siapapun. Ia juga menjelaskan bahwa runtuhnya salah satu obyek wisata batu payung disebabkan faktor erosi yang terus menerus dan hantaman gelombang ombak yang cukup keras pada malam itu. Dijelaskannya batu payung merupakan karang yang berpasir yang rentan runtuh. Keberadaannya juga sudah cukup lama dan mungkin kondisi batu payung dahulu lebih besar dari sekarang. Tapi melihat konstruksi bebatuannya seperti itu, tidak mengherankan jikalau sedikit demi sedikit mulai terkikis.
Di sisi lain Suhaili berencana akan membuat kembali monument batu payung, namun itu tidak bisa sembarang dilakukan. “nanti kita lihat seperti apa teknisnya ke depan. Jangan sembarang membuat akan tetapi hasilnya tidak persis sesuai yang diharapkan. Kita akan telaah lebih jauh terkait pembangunan ulang batu payung,” ungkap Suhaili saat dikonfirmasi di Bencingah Adi Guna Praya, Rabu, (03/04).
Ia juga menjelaskan bahwa runtuhnya batu payung tidak akan mempengaruhi jumlah wisatawan. Dikarenakan obyek wisata merupakan sub destinasi yang diperkirakan tidak akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Mengingat fungsi batu payung sendiri hanya digunakan sebagai tempat fotoan saja. Namun di sisi lain, ia mengungkapkan dengan adanya obyek wisata batu payung menambah keunikan destinasi pariwisata Lombok Tengah, tapi tidak akan berpengaruh karena masih banyak obyek wisata yang unik dan menarik untuk dikunjungi.(ces)







