Ritel Koperasi Diharapkan Mampu Bersaing Dengan Alfamart dan Indomart

Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM)meyakini program Ritel koperasi dapat mendorong kontribusi kinerja koperasi terhadappotensi yang ada di Lombok Tengah. Potensi yang ada merupakan magnet yang cukup menarik untuk dilihat. Hal tersebut tentunya mendorong pemerintah untuk membantu NTB terutama Loteng dalam percepatan pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Mandalika sebagai ikon pertumbuhan ekonomi. “Di Lombok tengah sendiri sudah ada 632 koperasi yang sudah dibentuk. Dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat diharapkan dapat mendorong produk-produk lokal sehingga bisa bersaing di dunia marketing dari segi kemasan, merk, dan label halal,” kata Kepala Dinas Koperasi, Ikhsan, S.Hut, Selasa (26/03).
Kepala Dinas Koperasi, Ikhsan, S. Hut, menyampaikan bahwa dinas koperasi sendiri telah bekerjasama Leo Mart. Kerjasama dengan Leo Mart diharapkan akan memperkuat perkembangan koperasi dengan sistem penjualan harga barang di bawah harga Indo Mart dan Alfa Mart. “Dengan bekerja sama dengan Leo Mart Kita akan bersaing dengan Indomart dan Alfamart,”. Jelasnya.
Lebih jauh Ikhsan menjelaskan bahwa koperasi yang sudah memiliki  tempat yang terfasilitasi akan diberikan pelatihan serta bimbingan. Managemen sendiri akan diatur oleh Leo Mart. “Kemarin saya sudah dipanggil oleh presiden Leo Mart di Jakarta dan saya menyatakan bahwa atas nama jutaan warga Lombok Tengah siap menyalurkan program ritel ini sebagai program untuk berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan menyaingi mini mart yang ada,” terangnya.
“UKM merupakan salah satu instrument memperkuat koperasi, oleh karena itu bagi pengurus, karyawan, dan sebagainya hendaknya sering-sering membangun komunikasi dan koordinasi agar satu dengan yang lain saling bersinergi mengembangkan potensi yang ada. Kita akan membangun koperasi yang lebih bermartabat, mandiri dan profesional sebab Koperasi tidak hanya sebagai rumah simpan pinjam bagi ekonomi lemah namun koperasi akan dijadikan peran yang strategis berperan dalam pembangunan melalui upaya Ritel koperasi,” terangnya.
 Selain itu, Ia menjelaskan salah satu tujuan pelatihan ini tidak lain untuk mendorong dan memberikan inovasi dan kreasi kepada pengelola koperasi agar kedepan bisa mengkolaboraskan seluruh potensi untuk mengembangkan koperasi . Ia mengaharapkan satu desa ada satu program Ritel modern yang dikelola oleh koperasi. “Itu menjadi target pembinaan kita untuk dijadikan contoh satu desa satu retail modern berbasis koperasi,”. Jelasnya.
 Ia juga berharap dari sekian perwakilan pengelola koperasi di Loteng dapat mewujud nyatakan ikhtiar dan impian dalam upaya membangun koperasi dengan sistem usaha bersama sesuai asas pembentukan dan keberadaannya. “koperasi itu dari kita dan untuk kita, dengan adanya koperasi dengan program ritel ini diharapkan dapat bersaing dan bias mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya. (ces) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *