Safari Ramadan Perdana Digelar di Kecamatan Kopang

Safari Ramadan perdana pemerintah kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng), Kamis malam (09/05) di Desa Semparu Kecamatan Kopang dihadiri Bupati Loteng, H.M Suhaili, FT, Wakil Bupati, H.L Pathul Bahri, S.IP, Sekda Loteng, H.M Nursiah, SKPD, Kades Se Kecamatan Kopang, Forkopimda, dan ratusan masyarakat.
Bupati Loteng H.M, Suhaili, FT, dalam tausiyahnya menyampaikan Safari Ramadan merupakan hajatan bersama untuk menyambung silaturrahim. Dengan Safari Ramadan seperti ini tentunya dapat memperkuat tali silaturahmi. Selain itu, Suhaili juga mengapresiasi kehadiran semua masyarakat. 
Dijelaskannya, Manfaat serta tujuan kegiatan di bulan ramadan yakni; Pertama adalah diwajibkan puasa, membangun kepedulian sebagai makhluk sosial. Dengan puasa, semua insan menjadi peduli dan saling menyayangi. Sehingga sangat strategis apabila dinamakan ‘Silaturahim Safari Ramadan’. Kedua, dengan adanya kegiatan di bulan ramadan ini secara langsung membangun silaturrahim sesama. Ketiga, menyemarakkan ramadan dengan berbondong-bondong ke Masjid mendirikan shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah tarawih. Keempat, Lebih rajin membaca Al Quran seperti Tadarus. 
“Kami mengajak semua mensyukuri karunia Allah yang diberikan kepada kita. Sampai saat ini kita masih diberikan Kesempatan mengevaluasi perjalanan ikhtiar sebagai pelayan masyarakat dan hamba yang baik. Oleh karena itu, kesempatan ini akan kita jadikan sebagai ajang tukar informasi dan jalin komunikasi sehingga terjalin koordinasi. Dibutuhkan ayunan langkah yang seirama sehingga kebutuhan masyarakat bisa tercapai. Dengan memperkuat koordinasi, maka akan terbangun sinergitas. Dengan bersinergi terbangun konektivitas. Sehingga akan membuahkan prestasi,” papar Suhaili.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini jangan dianggap remeh, ini bukan seremonial semata, ini sangat penting. Melalui kegiatan ini, semua lapisan masyarakat berkumpul sebagai makhluk sosial tanpa memandang klasifikasi sosial. “Apapun jabatan kita, kita saling membutuhkan. Dari kepala rumah tangga sampai jabatan tertinggi harus menjalin koordinasi. Tanpa koordinasi kita tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Ditambakannya, Semakin berat tugas yang diemban maka mental spiritual lebih berat. Semakin modern dunia semakin berat beban yang dihadapi. Sehingga Fokusnya pada pembangunan manusia seutuhnya. Itulah muara semua pembangunan. Infrastruktur hanyalah alat membangun manusia seutuhnya. 
Suhaili menyampaikan, Minggu lalu pesta demokrasi, dengan harapan memilih pemimpin dan wakil rakyat. Yang namanya memilih pasti ada perbedaan. Sebab yang dipilih banyak. Terlebih pemilu sekarang lebih sulit dan masyarakat semakin pintar dan kritis. Sehingga kegiatan malam ini sangat penting untuk merekatkan Persatuan. Dengan hajatan untuk kemaslahatan semua. Kalaupun pemilu membuat perpecahan lebih baik jangan diadakan. Bersatulah dalam perbedaan. Boleh berbeda namun muaranya perbedaan itu menjalin persatuan.
Dijelaskan, tanpa partisipasi elemen masyarakat, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Semua yang diberikan adalah ujian dan tantangan. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan manusia Loteng pada khususnya dan NTB pada umumnya menjadi manusia yang taat. Manusia yang soleh dan beriman, bersatu, dan bermutu, serta kompak membangun.
Dalam membangun manusia seutuhnya dari 3 sektor; pertanian, pariwisata, dan kelautan. Sekarang mulai kelihatan, terlebih pada sektor pariwisata, pemerintah pusat mau membangun Mandalika yang sekarang menjadi buah bibir di seluruh dunia. Dengan adanya sirkuit moto GP yang diperkirakan bisa beroperasi tahun 2021 mendatang. Di lain sisi, Semua menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat, sebab yang akan datang ratusan ribu orang. Di satu sisi, menjadi peluang. PRnya adalah bagaiamana cara mempersiapkan diri menyambut itu semua.
Kades persiapkan diri, Lanjut Suhaili. Peka kepada masyarakat. Apa yang harus diperbuat dengan anggaran sekitar 2,5 M. Jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah maka semua pembangunan gampang di  perbaiki. Kades harus peka mengkaji potensi desa untuk memancing animo untuk dikunjungi. Tata kebersihan desa. Dengan kebersihan maka timbul animo masyarakat untuk berkunjung. Serta keamanan juga perlu diperhatikan. 
“Ikhtiar membangun daerah dengan tekad semua kita. Kalau bukan kita lalu siapa yang akan kita harapkan. Dari lingkungan keluarga terkecil menentukan kemajuan daerah. Semua memiliki manfaat masing-masing. Jangan anggap remeh. Kades harus memperhatikan jajarannya,” pungkas Suhaili.(ces) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *