Kegiatan Pembinaan dan Pelepasan Jama’ah haji Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) digelar di halaman depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng pada Rabu (26/06). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jama’ah haji se Kabupaten Loteng.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama NTB, Jalalus Sayuthi, S.S, M.Pd, menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji awalnya 881 kemudian ada tambahan menjadi 906 jamaah dengan rincian jamaah laki 451 dan peremepuan 455. Di Loteng sendiri dibagi menjadi 3 gelombang. Gelombang yang pertama untuk keberangkatan jamaah haji Loteng masuk dalam kloter kedua dan akan diberangkatkan pada tanggal 7 Juli pukul 22.00 Wita dari BIL menuju Madinah. Kemudian gelombang kedua akan diberangkatkan pada kloter 7, yaitu gabungan antara Loteng dan kota Mataram dan akan diberangkatkan tanggal 14 Juli. Selanjutnya, gelombang terakhir nanti masuk ke kloter 11, yaitu gabungan antara Loteng dengan Lotim dan akan diberangkatkan tanggal 18 Juli.
Ia menjelaskan, dari 906 jamaah haji, ada yang lanjut usia atau yang tergolong resiko tinggi sebanyak 200 lebih. Untuk mensiasati jamaah dengan resiko tinggi tersebut, Kemenag sudah Manasik di kantor KUA dan diingatkan untuk dikawal atau bisa juga berobat dini mumpung masih ada waktu sebelum keberangkatan.
“kita sudah menyiapkan petugas untuk mengawal dan membimbing jamaah. Setiap kloter ada petugas atau tim ibadah dan kesehatan sebanyak 5 orang dan itu tugas tim untuk mengawal nanti,” jelasnya.
Ditanya awak media terkait masalah jamaah yang gagal berangkat, ia menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada laporan tentang itu. Ia berharap semoga tidak ada jamaah yang gagal berangkat. Kalau yang mengundurkan diri ada 8 atau 9 orang, dengan alasan menunggu tahun depan agar berangkat bersama keluarga atau dengan alasan yang lain juga.
“ada 8 atau 9 orang mengundurkan diri, saya lupa pastinya berapa, kalau tidak salah sekitar 8 atau 9 orang yang mengundurkan diri dengan alasan pribadi,” katanya.
Ia juga menghimbau agar jamaah haji menjaga kedisiplinan dan menaati setiap aturan mulai dari apa yang disarankan pemandu masing-masing kloter. Kemudian yang paling utama adalah agar jamaah selalu menjaga kesehatan. Mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik.
“Hampir 85 persen kita akan berhadapan dengan ibadah fisik. Dari tawaf, sa’i, lontar, dan kegiatan ibadah lainnya. Semua kegiatan itu membutuhkan fisik yang prima tentunya. Sehingga kesehatan perlu dijaga, bisa dengan jalan pagi, jaga pola makan, dan asupan gizi yang cukup,” tegasnya.
Dijelaskan juga, Pola keberangkatan tahun ini sama seperti tahun sebelumnya. Tahapan pertama menampung jamaah haji di Masjid Agung, kemudian naik ke Bus yang disiapkan Pemda, lalu menuju asrama haji. Di sana Jamaah akan menginap selama 1 malam sembari beristirahat sebelum diberangkatkan. (ces)













