Terkait desas desus yang beredar tentang pembebasan lahan sirkuit Moto GP yang masih menyimpan tanda tanya, Pemerintah Daerah dalam hal ini Wakil Bupati Loteng, HL Pathul Bahri, S.IP, angkat bicara.
Berdasarkan pemberitaan media terkait harga lahan kawasan sirkuit Moto GP di Kuta Loteng. Harga lahan dipatok warga seharga 300 juta per are. Dengan harga yang cukup fantastis tersebut tentunya menjadi sorotan yang cukup menarik.
Menanggapi hal tersebut, Pathul menjelaskan kalau terkait persoalan pembebasan lahan, Pemda Loteng menyerahkan kepada Lembaga Independen dan semua tentunya bersinergi dengan pihak ITDC. “Merekalah yang nantinya menuntaskan semua persoalan terkait pembebasan lahan Sirkut Moto GP. Itu sudah menjadi tugas mereka,” terangnya.
Pathul menjelaskan bahwa harga yang sudah dipatok belum final. Semua bisa dibicarakan dengan cara duduk bersama. Semua itu juga bertujuan demi kemajuan pembangunan di Loteng dan kesejahteraan masyarakat. (Ces)













