Bupati Loteng Himbau Semua Elemen Bahu Membahu Atasi Kekeringan

Bupati Loteng, HM. Suhaili, FT
Musim kemarau yang berdampak terhadap kekeringan di daerah Lombok Tengah (Loteng) yang melanda 8 kecamatan dan 82 desa mulai menjadi fokus utama yang harus ditangani oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Berbagai upaya, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang sudah mulai dilakukan. Mulai dari pendistribusian air bersih untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang sendiri sebelumnya sudah dilakukan upaya pembuatan sumur bor di beberapa desa dan beberapa waduk. Namun, kendala kemarau berkepanjangan dan hilangnya sejumlah mata air besar yang ada di Loteng menjadi faktor persoalan terjadinya kekeringan yang berdampak terhadap kekurangan air bersih. Hal tersebut membuat Bupati Loteng, HM. Suhaili, FT dilema mengingat kurangnya kesadaran manusia dalam hal menjaga lingkungan. Oleh karenanya, Suhaili menghimbau kepada semua elemen agar mulai sekarang sampai seterusnya untuk saling bahu membahu menjaga lingkungan dan bersama-sama mengatasi setiap permasalahan yang terjadi saat ini. Hal itu ia sampaikan usai senam pagi di Bencingah Adiguna Praya pada Jumat (12/07).
Ia menegaskan ada satu hal yang sangat mendasar yakni persoalan sumber mata air berkurang. Itu semua menjadi pelajaran bagi semua elemen agar bisa lebih ramah lagi terhadap lingkungan. Ketika ramah terhadap lingkungan, berarti itu semua bukan untuk lingkungan saja melainkan untuk manusia. Jika hutan ditebang maka yang akan rugi manusia itu sendiri. Di satu sisi memang terpenuhi kebutuhan akan fasilitas penggunaan kayu, namun di sisi lain kebutuhan yang mendasar justru dirugikan. Itulah yang menjadi persoalan. Sehingga dihimbau agar setiap kebutuhan harus berkeseimbangan.
“Semua menjadi pelajaran bagi kita semua untuk ke depannya agar lebih baik. Pemda sendiri siap untuk menanggulangi terkait persoalan kekeringan. Namun semua tentu tidak bisa sepenuhnya dilakukan oleh Pemda. Semua elemen harus bahu membahu menangani persoalan ini. Mulai dari Pemda, Perusahaan, BUMN, Kades, RT, RW,  dan elemen masyarakat juga harus bersinergi demi mengatasi permasalahan kekeringan yang dialami saat ini,” tegasnya.
Suhaili mengatakan bahwa pihaknya sudah memetakan wilayah yang mengalami kekeringan. Dinas yang diperintahkan sudah turun langsung ke lapangan untuk melaporkan kondisi kekeringan yang terjadi di tiap-tiap wilayah. Terkait permasalahan ini, Pemda betul-betul intens sampai semua komponen pelayan masyarakat dilibatkan. Mulai dari, BPBD, Dinas Sosial, PDAM, PUPR, dll. Bahkan ia menginstruksikan kalaupun kendaraan tangki tidak cukup, pihaknya akan menyiapkan truk atapun sejenisnya, yang penting bisa mengangkut air untuk kebutuhan masyarakat.
“Pelayanan air bersih untuk masyarakat harus betul-betul diperhatikan karena merupakan kebutuhan dasar. Saya sendiri merasa bersalah sebab sampai saat ini belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal buat masyarakat Loteng. Oleh karena itu semua tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah, Ayolah kita sama-sama saling bahu membahu,” tandasnya.
Senada dengan apa yang disampaikan Bupati, Kepala BPBD Loteng, H. Muhammad juga menyampakan bahwa pihaknya bersama BUMN , Perusahaan, ITDC, dll. Siap untuk menangani permasalahan kekeringan terutama kekurangan air bersih. Pihaknya juga sudah mendata wilayah-wilayah yang mulai tedampak kekeringan dan kekurangan air bersih.
Sebanyak 8 Kecamatan dan 82 desa yang terdampak kekeringan menjadi fokus pendistribusian air bersih. Namun yang sifatnya urgen menjadi prioritas sesuai data yang sudah ada. Tiap-tiap desa memberikan laporan terkait dusun mana yang tingkat kekurangan air bersihnya urgen. Itulah yang menjadi prioritas pendistribusian air bersih.
Dari segi desa yang terdampak memang Loteng yang paling parah. Sehingga BPBD sendiri menyiapkan sekitar 200 lebih tangki air untuk beberapa bulan ke depan. “Menurut perkiraan BMKG, diprediksikan musim kemarau sampai bulan Agustus. Sehingga persiapan yang dilakukan BPBD sendiri bisa mencukupi sampai bulan Agustus mendatang. Kalaupun musim kemarau melewati bulan Agustus akan tetap kita layani,” jelasnya. (ces)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *