Pemkab Loteng Optimis Entaskan Kemiskinan

Sekda Loteng, H. M. Nursiah
Sekertaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah (Loteng), H.M. Nursiah ketika ditanya wartawan tentang anggaran penanganan kemiskinan, menegaskan bahwa pihaknya sudah memerintahkan Bappeda dan BPKD untuk menginventarisir program kegiatan dan nilai anggaran untuk 2020. Sebelumnya, Bappeda menyampaikan bahwa anggaran penangan kemiskinan sejumlah 27 miliar. Namun semua itu dikoreksi Sekda. “sepertinya itu salah data dan Bappeda secara spontan mengatakan itu saat diskusi dengan dewan. Oleh karenanya, nanti saya perintahkan Bappeda dan BPKD untuk menginventarisir kembali,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Lapangan Jonggat pada Rabu (10/07).
Ia juga menyampaikan kebijakan pemberdayaan masyarakat miskin sudah didukung dari provinsi dan pusat. Program yang disusun dari provinsi dan pusat yang akan menyesuaikan daerah. Sehingga dengan target capaian pihaknya sangat optimis bisa mengentaskan kemiskinan yang ada di Loteng. Dengan bersinergi dengan provinsi dan pusat tentu Loteng optimis bisa memprogramkan penanganan kemiskinan. Pemda sangat memperhatikan masalah program pengetasan kemiskinan ini. Terbukti, di Loteng sudah diterapkan jamban keluarga.
Dari data yang sudah ada, jumlah anggaran yang disebutkan Bappeda sebesar 27 miliar itu ada kemungkinan berkurang. Pasalnya, angka kemiskinan di Loteng tahun 2018 sebesar 13,87% (data BPS), turun sekitar 1,4% lebih dari tahun 2017 sebesar 15,31%. “Ada kemungkinan jumlah anggaran yang disebutkan Bappeda saat diskusi dengan dewan berkurang karena jumlah angka kemiskinan di Loteng menurun. Makanya kita akan inventarisir dulu berdasarkan data yang sudah ada,” pungkasnya. (ces)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *