![]() |
Kabag Kesra Lombok Tengah (Loteng), H. Ridwan Makruf |
Penyaluran dana insentif marbot tahun ini mulai dikirim melalui rekening, pasalnya, kasus penyelewengan dana insentif marbot kerap menjadi persoalan. Menanggapi persoalan tersebut, Kabag Kesra Lombok Tengah (Loteng), H. Ridwan Makruf saat ditemui wartawan pada Selasa (23/07) di Kantor Bupati menjelaskan, salah satu alternatif untuk menghindari penyelewengan dana insentif marbot adalah dengan mengirimkan langsung ke rekening penerima.
“kita yang buatkan marbot rekening. Namun sebelumnya kita kumpulkan di masing-masing kecamatan untuk verifikasi dan tanda tangan. Dengan begitu, nantinya mereka tidak akan repot lagi untuk datang ke Kantor Bupati untuk mengambil insentif yang diberikan oleh pemerintah,” terangnya.
Dijelaskan, dana insentif yang diberikan tiap bulan sejumlah 200.000. Namun dana tersebut akan diterima per triwulan. Tentunya, jikalau diambil per tri wulan akan lebih bermakna sebab jumlah yang diterima lebih besar.
Sekitar 1.300 marbot yang ada di Loteng dan semua sudah dibuatkan rekening. Namun, dari 1.300 marbot itu, pihaknya menemukan ada sejumlah marbot di luar masjid (musholla kecil) yang masuk data. Sehingga data yang sudah ada akan diverifikasi kembali agar benar-benar sesuai. “kita temukan sekitar 40 marbot musholla kecil yang masuk daftar. Tentu, nantinya akan kita cek siapa orangnya dan dari musholla mana. Kalau memang terbukti bukan marbot masjid tentu akan kita coret namanya,” tegasnya.
Ridwan melanjutkan, pihaknya akan betul-betul fokus terkait pendataan marbot yang berhak menerima dana insentif. Jangan sampai tidak tepat sasaran. Sehingga dibutuhkan pendataan yang valid. Mengingat banyak temuan marbot musholla kecil yang dimasukkan ke dalam data penerima dana insentif marbot.
“Ini merupakan inovasi kami yang sekaligus sebagai salah satu upaya untuk mencegah hal-hal yang tidak kami inginkan. Dana ini diberikan sekali tiga bulan dengan cara langsung ditransfer ke rekening masing-masing marbot,” pungkasnya. (ces)







