Kasat Reskrim Loteng Beberkan Kronologis Tewasnya WNA di Pantai Tomang Omang

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK
Dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Saudi Arabia di Pantai Tomang Omang dusun Kapal Desa Selong Belanak Lombok Tengah berhasil dievakuasi oleh Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Jenazah ditemukan mengambang usai berenang dan terseret ombak pada hari Minggu tanggal 25 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00 Wita. Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, SIK, memberikan keterangan terkait kronologis tewasnya 2 WNA asal Arab Saudi tersebut kepada awak media pada Senin (26/08) di ruangannya.
“kedua korban WNA yang meninggal atas nama Yahya Jamilah Abdul Malik. H, Perempuan, 49 tahun, IRT, Islam, Alamat Jedah Saudi Arabia dengan no Paspor R 963540 dan Salman Elham Abdulsalam A, 27 tahun perempuan, IRT, Islam, Jedah, Saudi Arabia,” jelas Rafles
Dijelaskan kronologis kejadian, sekitar pukul 09.30 wita berangkat dari Villa L Senggigi Batu Layar Kabupaten Lombok Barat menggunakan Mobil Bis Toyota HIACE Nopol L 7500 AA sopir A.n Herman, Laki, 35 tahun, asal Bangket Tengak Kecamatan Jonggat Kabupaten Loteng. Rombongan WNA satu keluarga 16 (Enam Belas) orang  berkewargaan Saudi Arabia bersama Guide Tour  A.n  H. Sahawi, 50 tahun asal Cisarua Bogor, Jawa Barat.
“mereka melakukan perjalanan wisata ke wilayah Sekotong Lombok Barat, rombongan kemudian menuju Gili Gendis, Sudak dan Gili Nanggu untuk mencari lokasi pemandian yang bagus. Namun karena lokasi-lokasi tersebut tidak cocok, akhirnya mereka berencana untuk mencari lokasi lain yaitu ke pantai Pink Jerowaru Lombok Timur karena lokasi pantai Pink cukup jauh dan waktu sudah agak sore sekitar pukul 15.30 Wita. Kemudian salah satu rombongan memutuskan untuk menuju Pantai Tomang Omang Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat. Karena rombongan keluarga tersebut sebelumnya pernah mandi di pantai itu,” jelasnya.
Kemudian pada Pukul 16.00 wita rombongan sampai di Pantai Tomang Omang yang kemudian rombongan keluarga tersebut menuju lokasi pantai untuk mandi dan hanya sopir yang tidak ikut ke lokasi. Sekitar pukul  16.30 Wita tiba-tiba guide tour memberitahukan kepada sopir bahwa korban tenggelam terseret ombak dan meminta kepada sopir untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar. Beberapa warga dan Bhabinkamtibmas Desa Selong Belanak kemudian mendatangi lokasi untuk membantu kedua korban hingga sekitar pukul 17.00 wita kedua korban berhasil di evakuasi di pantai Ketapak yang berjarak sekitar 500 meter dari pantai Tomang omang lokasi awal tenpat kedua korban mandi.
“Adapun tindakan yang kita dilakukan dari pihak dalam menangani korban antara lain; kita Membawa korban ke Rumah sakit ( RSU Bhayangkara Mataram ) untuk dilakukan penanganan medis dan secara medis dinyatakan kedua korban sudah meninggal dunia, Kordinasi dengan keluarga korban untuk dilakukan otopsi jenazah korban namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan dibuatkan Berita Acara Penolakan Otopsi, Kapolsek Praya Barat berkordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB (H. Faozal) untuk pemulangan jenazah, Membuat BA penyerahan Jenazah kepada pihak keluarga,” terangnya.
Lebih jauh disampaikan, kedua jenazah saat ini dititipkan di Rumah Sakit Provinsi NTB (atas perintah Gubernur NTB) untuk dilakukan  prosesi penanganan jenazah secara islami. Berdasarkan informasi Kadispar provinsi, rencananya jenazah akan dipulangkan ke Jedah pada hari Senin tanggal 26 agustus 2019 menggunakan pesawat Garuda.
“Dinas Pariwisata Provinsi siap menangani semua proses pemulangan jenazah. Namun kita tidak bisa pastikan terkait kapan jenazah korban akan dipulangkan. Mengingat masih tahap komunikasi dengan keluarga korban,” pungkasnya. (ces)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *