![]() |
| Dandim 1620/Lombok Tengah Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.I, Pol |
Terkait pembebasan lahan milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di samping SDN 22 Praya kini sudah menemui titik terang. Pasalnya lahan tersebut sudah dibebaskan dan dalam waktu dekat mulai diaspal. Sebelumnya pihak TNI dengan tegas mempertahankan lahan tersebut agar tidak diaspal. Bahkan sampai jalur dua Praya-Biao tersebut selesai dibangun, lahan TNI tersebut tidak tersentuh. Akibatnya jalur dua itu dinilai tidak layak dan membahayakan. Namun kini pihak TNI sudah menyerahkan lahannya itu untuk diaspal.
Pembangunan jalan tersebut rencananya akan mulai dibangun tahun ini. Pembangunan jalan tinggal menunggu pemerintah Provinsi untuk mengerjakan. Sebab yang punya kewenangan untuk membangun lahan tersebut adalah dari Provinsi. Hal itu disampaikan oleh Komandan Kodim (Dandim) 1620/Lombok Tengah Letkol Czi Prastiwanto, SE, M.I, Pol, usai menghadiri pelantikan anggota dewan terpilih 2019-2024 di gedung DPRD Kabupaten Loteng pada Rabu (28/08).
Ia menyampaikan bahwa Panglima Kodam (Pangdam) sudah membolehkan lahan tersebut untuk dibangun atau di aspal. “setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) Loteng, Pemda menyampaikan bahwa untuk pembangunan jalan tersebut tugas dari pemerintah provinsi. Karena pembangunan jalan tersebut jaringan provinsi,” katanya.
Dijelaskan bahwa dari pihak provinsi sebelumnya pernah menjalin koordinasi dengan pihak TNI untuk menanyakan terkait pembebasab lahan tersebut. Pihak TNI sendiri dengan tegas menjawab bahwa jalan tersebut sudah bisa di aspal. Terkait pembebasan lahan pihak TNI sudah ACC. Tinggal tugas pihak provinsi untuk mulai mengerjakan.
“Dari pihak provinsi pernah menanyakan ke saya apakah tahun ini jalan tersebut sudah bisa di aspal. Saya jawab sudah bisa dan silahkan segera di aspal. Pada intinya pihak TNI sudah ACC,” jelasnya.
Disampiakan bahwa lahan milik TNI yang berada di sebelah utara SDN 22 Praya tersebut tukar guling dengan lahan yang sudah disiapkan di Praya Tengah, tepatnya di depan pasar hewan dengan luas 8,7 are. “rencananya di sana nanti akan dibangun Koramil. Sebab Koramil Praya Tengah belum ada,” pungkasnya.







