Sebanyak 162 Peserta Geopark Network Symposium (GNS) 2019 yang terbagi atas 30 negara se- asia pasifik mengunjungi kawasan wisata Benang Stokel Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara Kabupetan Lombok Tengah dalam kegiatan file trip. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri, Sekda Loteng, HM. Nursiah, Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, SKPD, dan peserta Geopark Network Symposium. Kegiatan berlangsung di halaman depan kawasan wisata Benang Stokel pada Rabu (04/09).
Dalam sambutannya, Wabup Loteng, HL. Pathul Bahri menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta Geopark Network Symposium yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Loteng. Dijelaskan, Loteng saat ini merupakan salah satu pusat perhatian pemerintah. Bahkan dari 12 kawasan ekonomi di Indonesia, salah satunya adalah Loteng. Loteng dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kini menjadi pusat perhatian.
Disampaikan, KEK Mandalika dengan luas 200 hektar saat ini dalam proses pembebasan lahan. Termasuk juga jalan by pass yang akan dibangun sepanjang 17 kilo dengan lebar 50 meter dari Bandara menuju titik sirkuit. Dana yang akan digelontorkan di luar sirkuit saja akan menelan biaya sebesar 1,3 triliun. Sedangkan untuk sirkuitnya sendiri menelan biaya 14 triliun.
Lebih jauh disampaikan, perusahaan yang masuk untuk berinvestasi adalah PT. Dornah dari Prancis. Setelah sirkuit mulai beroperasi maka jumlah wisatawan yang hadir setiap eventnya bisa mencapai 150.000 orang. Karena digadang-gadang sirkuit yang ada di Loteng ini merupakan sirkuit tercantik di dunia. Dengan kondisi yang akan terjadi nanti, tentu menjadi tugas yang sangat besar, baik untuk pemerintah daerah maupun masyarakat. Pasalnya, Loteng hanya bisa menampung 30 sampai 40 ribu wisatawan berdasarkan kapasitas hotel atau penginapan yang sudah ada di Loteng. Bahkan secara keseluruhan, baik Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram tidak akan cukup untuk menampung penginapan wisatawan. Total secara keseluruhan untuk Lombok diprediksikan hanya bisa menampung 70 sampai 80 ribu wisatawan. Selebihnya wisatawan akan menginap di Bali.
Oleh karena itu, katanya, masyarakat yang ada di Kecamatan Batukliang Utara ini harus mempersiapkan diri. Sehingga peluang ekonomi bisa betul-betul dimanfaatkan secara maksimal. “Kita harus persiapkan diri mulai sekarang. Terutama untuk penginapan di Desa. Sehingga kehadiran wisatawan nanti bisa betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat Loteng,” terangnya.
Dikatakan, Loteng tidak hanya mengandalkan maritim saja, ungkapnya, Loteng juga memiliki wisata alam yang sangat indah berupa air terjun. Termasuk salah satu air terjun yang dimiliki Loteng adalah air terjun benang stokel dan benang kelambu.
Ia berharap kepada peserta Geopark Network Symposium agar kunjungan ini bukan untuk terkahir kalinya, melainkan menjadi permulaan untuk kunjungan-kunjungan berikutnya. Sebab kunjungan wisatawan ke Loteng sangat diharapkan. “Kami sangat mengharapkan kunjungan wisata di Loteng bisa meningkat. Kami juga meminta kepada semua peserta yang hadir kalau ada sesuatu yang kurang berkenan selama berkunjung ke Loteng untuk tidak dipublikasikan,” pungkasnya.
Setelah Wakil Bupati Loteng menyampaikan sambutan. Kegiatan selnajutnya adalah menanam pohon bersama peserta Geopark Network Symposium 2019 diirngi Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.
Sementara, Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan bahwa kegiatan reboisasi atau tanam pohon ini dilakukan hampir ke semua Kabupaten/kota. Tujuannya untuk menghijaukan kembali NTB. Terlebih dengan kondisi saat ini pada musim kemarau, jadi sangat perlu upaya-upaya reboisasi.
“kami menjalankan program ini kurang lebih 2 tahun. Dan target yang sudah dicapai sekitar 2.000 hektar untuk program penghijauan se- NTB. Paling banyak itu kita programkan di BIma. Kalau di Loteng sekitar 50 hektar. Kegiatan ini untuk merecovery terjadinya penebangan pohon secara liar, kebakaran hutan, dan lainnya. Untuk penanaman pohon kita berikan bibit pohon yang berbuah agar ada manfaatnya bagi masyarakat, seperti pohon durian, rambutan, manga, sentul. Kebetulan untuk hari ini yang akan kita tanam adalah bibit pohon durian dan pohon sentul. Karena saya lihat pohon durian sangat berpotensi di sini,” tandasnya. (ces)







