Dewan Kerajian Daerah (Dekranasda) mennggelar lomba Fashion Show di Bencingah Alun-alun Tastura. Lomba Fashion Show merupakan salah satu rangkaian acara HUT Lombok Tengah Ke- 74. Lomba tersebut bertujuan untuk mempromosikan hasil kerjainan yang ada di Loteng. “Lomba Fashion Show ini bukan sekedar ajang pamer pakaian dan berlalu lalang di atas panggung saja. Melainkan melalui lomba ini kita jadikan ajang promosi hasil produk daerah kita ini,” ungkap Ketua Dekranasda Loteng, Hj. Baiq Irma Budiani saat menyampaikan sambutan di panggung Bencingah Adiguna Praya pada Minggu malam (20/10).
Dalam sambutannya, Hj. Irma menyampaikan bahwa selain merupakan bagian dari rangkaian acara HUT Loteng, Lomba Fashion Show juga bertujuan membantu memasarkan aneka kerajinan yang ada di daerah ini, khususnya kain tenun jenis songket. Songket merupakan kain khas yang dibuat oleh pengrajin dari Lombok. Oleh karenya patut diapresiasi dan dipromosikan agar kain ini semakin mendunia.
“Melalui lomba ini kita akan perkenalkan kain khas dari hasil tenun, yakni songket. Beberapa peserta lomba akan tampil menggunakan pakaian tersebut di panggung ini. Jadi, kita tidak hanya lenggak lenggok diatas panggung saja atau mau pamer pakaian semata. Melainkan melalui acara ini kita akan angkat kerajinan dan pengrajin di daerah kita,” imbuhnya.
Disampaikan juga bahwa melelui kegiatan ini, masyarakat bisa mengetahi lebih luas lagi kegunaan daripada kain tenun ini. Sebab kain tenun ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan adat istiadat saja. Melainkan di berbagai acara atau kegiatan santai lainnya juga bisa digunakan.
“Kain tenun ini bisa kita gunakan sebagai pakaian untuk pergi pesta, untuk bekerja bahkan untuk pakaian sehari-hari. Peserta yang akan tampil nanti akan menunjukkan cara penggunaan pakaian tenun tersebut,” jelasnya.
Dijelaskan, pada lomba Fashion Show mala mini akan menampilkan tiga kategori, yakni kategori Baju Kerja, Cashual, dan kategori busana malam. Tujuannya untuk memperkenalkan cara menggunakan tenun jenis songket. Kain tersebut bisa dikreasikan sesuai kebutuhan dan kegunaan.
“Fashion Show ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Untuk tahun kita mendatangkan juri-juri yang berkelas dan luar biasa dari Provinsi. Jadi, tidak ada juri local yang didatangka. Juri yang kita undang dari yakni, Ayu Damayanti, Ina Variska, dan Mely Oktavia. ketiga juri tersebut merupakan juri yang sudah teruji akan pengetahuan dan pengalaman terkait tata busana,” jelasnya.
Sebelum lomba sudah diadakan, kata Hj. Irma, pihaknya telah melaksanakan teknikal meeting agar nantinya tidak ada peserta yang complain terkait apapun keputusan juri. “Bagi peserta lomba yang kalah nanti jangan berkecil hati. Masih ada lomba-lomba berikutnya untuk menampilkan penampilan yang lebik baik lagi,” tungkasnya. (ces)













