![]() |
| H. Saman. |
Peminat kerajinan tangan di Lombok Tengah belum diiringi dengan suatu sistem pemasaran yang baik. Pengrajin yang mampu secara ekonomi, memasarkan sendiri produknya melalui berbagai pameran dan bazar yang berbiaya hingga jutaan. Sehingga saat ini pemerintah daerah Lombok Tengah akan membangun pasar di Desa Sengkerang Kacamatan Praya Timur sebagai tempat memasarkan produk tradisional hasil kerajinan tangan. Selain itu, Pasar Sengkerang akan dijadikan pasar Sentra Wisata Edukasi. Artinya, selain tempat untuk menjual hasil kerajin, pasar Sengkerang juga akan dijadikan wadah wisata edukasi. “Pasar Sengkerang itu nantinya akan kita jadikan sebagai sentra wisata edukasi,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Lombok Tengah, H. Saman.
Disampaikan oleh Saman, Pasar Sengkerang itu nantinya akan dibuatkan paket pelatihan untuk meregenerasi berbagai bentuk anyaman rotan ketak. Salah satu tujuannya agar kerajinan ini tidak punah. “Sistemnya nantinya kita akan membuat 1 paket wisata edukasi. Selain pelatihan bagi para wisatan, pelatihan juga akan diberikan kepada masyarakat mulai dari tingkat TK sampai perguruan tinggi sampai benar-benar mahir membuat produk kerajinan tersebut. Tidak hanya itu, kita juga akan kerja sama dengan Biro Jasa Travel Agent untuk membangun kerajinan di sana,” jelas Saman.
Menurutnya, Kalau semua jenis kerajinan dan produk tradisiolan dijejerkan di Pasar Sengekerang maka secara secara otomatis akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan belajar di sana. “Sistem Pembelajarannya tidak putus dan akan jalan terus. Produk dari Beleke, Landah, Janapria itu sangat banyak. Bahkan jonggat dan Praya barat juga punya hasil kerajinan. Itu nantinya yang akan kita dorong untuk mengisi pelatihan dan mempromosikan hasil kerajinannya. Sejak tahun 1985 anyaman rotan ketak kita ini dianggap seperti emas. Semua orang tetap mencari. Sehingga di Pasar Sengkerang itu nantinya kita akan kimpulkan semua produk tradisiol daerah kita untuk menjadi daya tarik wisatawan,” tuturnya.
Lebih jauh dijelaskan, tujuan pasar sentra di Sengkerang didirikan dengan maksud membantu penyebaran kerajinan tangan asli di daerah Lombok, khususnya Lombok Tengah, yang juga akan meningkatkan perekonomian pengrajin. “Pasar Sentra Sengkerang akan merambah sekolah-sekolah, mengajarkan keahlian membuat produk-produk yang punya nilai jual untuk membuka alternatif wiraswasta, supaya generasi muda tidak hanya berpatokan pada menjadi pegawai, tapi justru bisa membuka lapangan kerja dengan ketrampilan yang mereka miliki,” pungkasnya (ces)







