Dalam peringatan Hari Ibu, Wakil Bupati Lombok (Tengah), HL. Pathul Bahri mengajak ibu-ibu agar selalu mengawasi perilaku anak terkait ancaman peredaran narkoba di daerah ini. Hadir dalam perayaan tersebut beberapa Kepala OPD Lingkup Kabupaten Loteng, beberapa OPD lingkup Loteng, Ketua Ibu PKK Loteng, dan anggota Gabungan Organisasi Wanita GOW) Loteng. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Wakil Bupati, Kamis (19/12).
Pathul menyampaikan, peran orang tua khususnya ibu sangat besar dalam membentengi anak-anaknya terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Para ibu pun diajak mengamati perubahan tingkah laku anak. “Berbicara mengenai narkoba, saat ini Loteng sudah tergolong daerah rawan narkoba. Karenanya, besar harapan kita kepada para ibu untuk lebih intens mengawasi anaknya,” ungkap Pathul.
Menurutnya, kedekatan ibu dengan anak menjadi benteng ampuh mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, ibu lebih jeli memperhatikan tingkah laku anak-anaknya. Perubahan sekecil apapun bisa diketahui. “Bicara penyalahgunaan narkoba membuat kita merinding karena dampaknya sangat besar. Bila dibiarkan terus, anak bakal semakin terpuruk dan berdampak terhadap kesehatan maupun psikisnya. Disitulah peran seorang ibu sangat besar untuk mengawasi perilaku anak,” tuturnya.
Lebih jauh disampaikan, berdasarkan data BNN, Loteng merupakan daerah lampu hijau untuk peredaran narkoba dengan berbagai jenis, diantaranya yang lagi ngetren Narkoba. Barang haram tersebut telah menjamah masyarakat Loteng di 12 kecamatan yang ada. “Karenanya, peran ibu sangat kita harapkan dalam hal mengontrol perilaku anak anaknya di rumah, diantaranya dengan menciptakan suasana rumah yang harmonis dan sejuk. Sehingga sang anak akan betah di rumah dan terhindar dari pergaulan bebas,” harapnya.
Selain itu, Pathul membeberkan tonggak sejarah kiprah para wanita Indonesia dimulai dengan kebangkitan para pemuda-pemudi bangsa Indonesia dari tanggal 28 September 1928. Dari sanalah para wanita Indonesia mulai tampil dalam berbagai aksi perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang terjadi pada saat itu. “Jika perempuan berdaya maka Indonesia Jaya merupakan tema yang di usung dalam perayaan hari ibu yang ke-91 ini. Ini merupakan tema yang sangat tepat jika kita lihat bersama keadaan daerah ini yang sedang membangun, baik membangun sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya. Pembangunan ini tentu tidak terlepas dari peran seorang ibu,” pungkasnya. (ces)






