SMPN 4 Praya Bangun Mushola, Sekda: Itu Sarana Penunjang Karakter Siswa Islami

SMPN 4 Praya membangun Mushola sebagai sarana penunjang karakter siswa islami. SMPN 4 Praya menggelar peletakan batu pondasi pertama yang dihadiri Sekda Lombok Tengah (Loteng), HM. Nursiah, Kepala Dinas Pendidikan, H. Sumum, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, L. Rinjani, OPD lingkup Kabupaten Loteng, beberapa Kepala Sekolah, dan beberapa Guru. Tamu undangan disambut Kepala SMPN 4 Praya, Agus Sunjaya di Halaman Depan Sekolah, Senin (09/12).

Agus menyampaikan, sekolah merupakan sarana untuk membentuk kepribadian dan intelijensi anak dalam menjalankan peran sebagai generasi pelajar Indonesia. Anak didik tidak hanya cukup diisi otaknya dengan ilmu akademis namun dibalik itu, anak didik juga harus mendapatkan bimbingan kerohanian agar tidak lepas kontrol dan memiliki kepribadian yang baik dan mulia. “Bimbingan kerohanian sangat penting dilakukan untuk anak didik kita agar ada keseimbangan antara kecerdasan dengan kepribadian. Untuk merealisasikan program bimbingan kerohanian kepada para peserta didik yang beragama Islam, SMPN 4 Praya membangun mushola sebagai sarana ibadah dan menumbuh kembangkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik” ungkapnya.

Terkait perihal tersebut, Agus mengatakan pembangunan mushola yang sedang berjalan tersebut merupakan salah satu upaya sekolah dalam memfasilitasi dan menumbuh kembangkan rasa kecintaan para peserta didik terhadap agama yang dianutnya. “Mushola ini kita bangun agar anak didik kita yang beragama Islam dapat melaksanakan ibadah berjamaah dan sebagai sarana dalam memberikan berbagai bimbingan kerohanian,” katanya.

Pendanaan bangunan mushola tersebut menurut Agus bersumber dari swadaya warga sekolah dan bantuan dari beberapa pihak yang ikhlas berinfak dan bersedekah. “Kita perkirakan bangunan mushola tingkat 2 dengan ukuran 12 meter kali 14 meter ini menelan dana sekitar Rp. 1 miliar dan semuanya murni swadaya dari orangtua murid dan ditambah bantuan dari beberapa pihak,” terangnya.

Agus berharap, dengan telah tersedianya sarana ibadah yang memadai di sekolah tersebut, hendaknya dapat bermanfaat besar bagi para siswa. “Kita berharap dengan telah tersedianya sarana ibadah ini nanti dapat dimanfaatkan warga sekolah dengan baik. Tidak hanya siswa, orang tua siswa dan orang luar juga akan dapat beribadah di sini,” jelasnya.

Sementara, Sekda Loteng, HM Nursiah menyampaikan pembangunan mushola tersebut merupakan bagian dari pembangunan Loteng. Sehingga apa yang menjadi inovasi sekolah dalam membangun mushola patut mendapatkan dukungan. “Dengan adanya mushola ini kita harapkan sebagai sarana penunjang karakter siswa islami. Mengingat, saat ini marak terjadi penyakit sosial yang sangat berbahaya. Seperti halnya penyalahgunaan narkoba. Karenanya, melalui mushola yang dibangun ini, besar harapan kita dapat dijadikan wadah untuk mencegah hal tersebut,” harapnya.

Dikatakannya, tugas sekolah yang dikelola kepala sekolah dan guru semakin berat. Mengingat, pikiran dan tumbuh kembang anak sangat ditentukan okeh guru. Ketika salah mendidik maka kesalahan tersebut akan terbawa ke jenjang berikutnya. “Tugas guru dalam meningkatkan stabilitas emosional, daya pikir, adaptasi dengan lingkungan, kemampuan belajar, dan dan pengkondisian kelas merupakan tantangan besar. Sehingga perlu kita tanamkan sejak dini pendidikan karakter dan pendidikan berbasis lingkungan. Semua tentu memiliki  teknik untuk menciptakan karakter tersebut,” terangnya.

Ia berpesan, dengan adanya mushola ini, guru dituntut untuk lebih berinovasi agar mampu menciptakan karakter siswanya yang agamis. “Meski tidak ada anggaran di Pemda untuk pembangunan mushola dan masjid, namun kita akan suport dan perjuangkan dalam bentuk apapun. Itu merupakan bentuk kepedulian kami selaku Pemda demi melahirkan peserta didik yang relijius,” pungkasnya. (ces)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *