![]() |
| Foto Bersama Usai Gotong Royong |
LOMBOK TENGAH (SUARANUSA),
Dalam rangka mewujudkan program kebersihan Desa, semua Pemerintah Desa (Pemdes) diinstruksikan oleh Bupati Lombok Tengah (Loteng) menggalakkan program tersebut minimal 1 kali dalam seminggu. Oleh karena itu, Pemdes Sisik Kecamatan Jonggat Kabupaten Loteng tidak mau ketinggalan untuk berpartisipasi mewujudkan program tersebut.
Kepala Desa Sisik, Jalaludin menyampaikan pihaknya dalam satu kali seminggu, yakni pada hari Jumat pagi rutin mengajak semua perangkat desa dan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan desa setiap Jumat pagi. “Setiap Jumat pagi, semua Kadus, Kader, Pekasih, Staf desa dan masyarakat ikut gotong royong,” terangnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak segan-segan mengabsen semua perangkat desa saat melakukan kebersihan. Hal itu dilakukan agar semua perangkat desa ikut berpartisipasi demi mewujudkan program Aman, Bersih, Sehat, dan Relijius (ABSR), salah satunya yakni terkait kebersihan. “Saya absen semua perangkat desa setiap Jumat. Dengan begitu, mereka akan disiplin dan terbiasa untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kita gotong royong di sepanjang jalan dan tempat-tempat ibadah,” jelasnya.
Menariknya, selain gotong royong Kebersihan, pihaknya juga menggalakkan penghijauan disepanjang jalan, mulai dari jalan yang ada di Dusun Sisik Goak sampai jalan Dusun Montong Goak. “Selain melakukan kebersihan pada setiap hari Jumat, kami juga menanam ribuan pohon disepanjang jalan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, seribuan lebih bibit pohon nangka ditanam. Pihaknya berinisiatif membelikan bibit nangka agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. “Sudah tiga kali Jumat kami bersama masyarakat menanam bibit pohon nangka. Sekitar 1500 bibit kami sebar disepanjang jalan. Tujuannya agar bisa bermanfaat bagi masyarakat dikemudian hari,” tuturnya.
Dari sisi manfaat, lanjut Jalal, pohon nangka ini sangat bermanfaat. Selain masyarakat bisa memanfaatkan buahnya, daunnya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. “Sambil gotong royong Kebersihan, kita menanam bibit pohon. Kalau yang kita tanam ini bermanfaat, tentu masyarakat akan merasa bertanggung jawab merawatnya. Karena, toh juga manfaatnya nanti untuk masyarakat,” pungkasnya. (wan)









