![]() |
| Pendayung Capai Garis Finis |
LOMBOK TENGAH (SUARANUSA), Pemerintah Desa (Pemdes) Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar lomba dayung sampan tradisional (perahu, red) di Pantai Gerupuk, Kamis (13/02).
Acara yang digelar dalam rangka memeriahkan event Bau Nyale itu berlangsung semarak. Ratusan penonton tampak sangat antusias menyaksikan lomba.
Kades Sengkol, Satria Wijaya Sarap, mengungkapkan lomba balap sampan tradisional ini merupakan agenda tahunan. Ia berharap lomba seperti ini juga nantinya akan diselenggarakan saat Hari Ulang Tahun Desa Sengkol yang dalam waktu dekat ini terselenggara.
“Semoga lomba yang kami gagas dengan dukungan panitia dan masyarakat berjalan lancar. Sehingga kedepannya nanti bisa tetap terselenggara setiap tahunnya,” harapnya saat menyampaikan sambutan.
Menurutnya, lomba sampan tradisional ini tidak mudah. Tidak seperti balap kano. Karena sampan yang digunakan tidak menggunakan katir (penyeimbang, red).
“Dalam satu sampan diisi 3 pendayung. Mereka beradu cepat mengayuh dayung dengan semangat yang tinggi demi memenangkan lomba,” ungkapnya.
Lomba dayung tradisional ini diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Memgingat, Dusun Gerupuk merupakan salah satu destinasi wisata idaman bagi para wisatawan.
“Selain menjadi daya tarik bagi wisatawan, lomba ini juga diharapkan dapat mempertahankan adat dan budaya kita. Ini akan jadi wadah untuk kita bersatu dan maju. Untuk itu, kita harus ramah terhadap lingkungan, tamu, kebersihan, dan diri sendiri,” tandasnya. (wan)








