Wabup Keluhkan Minimnya Hadirin STQ Ke XXVI di Panjisari

Sambutan Wabup di Acara STQ

LOMBOK TENGAH (SUARANUSA),
Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) terkesan kecewa dengan jumlah tamu undangan atau hadirin saat pembukaan acara Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke-26 tingkat Kecamatan yang berpusat di Kelurahan Panjisari. Sedikitnya jumlah hadirin menjadi catatan tersendiri bagi Camat Praya, Maskur dan Lurah Panjisari, H. Muhdin.

“Ini kenapa kursinya masih banyak yang kosong,” keluh Wabup HL. Pathul Bahri.

Berdasarkan pantauan wartawan, jumlah kursi yang ada sekitar 100 unit. Namun masih banyak yang tidak terisi.

Jumlah hadirin bertentangan dengan padatnya masyarakat yang menghuni Kelurahan Panjisari. Faktanya, permukiman Panjisari cukup padat namun berbanding terbalik dengan jumlah hadirin pada pembukaan STQ.

Selanjutnya, Pathul menyampaikan,
Perkembangan Tilawatil Qur’an merupakan salah satu prioritas Pemkab Loteng. Komitmen Pemkab Lombok Tengah dalam mengembangkan Tilawatil Qur’an ditunjukkan dengan pembinaan Qori dan Qoriah yang terus ditingkatkan. “Begitu juga dengan perhatian terhadap lembaga-lembaga pendidikan yang membina para pembaca Al-Qur’an terus diberikan dukungan,” ungkapnya.

Hasil pembinaan selama ini, lanjut Wabup, sangat maksimal. Sejumlah Qari dan Qariah terbaik Loteng mampu unjuk prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Para Qari’ dan Qari’ah terbaik telah memberikan reward. Baik berupa uang pembinaan hingga ibadah umroh.Yang mana tahun ini sebanyak 15 Qari dan Qariah maupun pembimbing diberangkatkan ke tanah suci. Semua itu, kata Wabup merupakan bentuk penghargaan karena telah mengharumkan nama Kabupaten Lombok Tengah. “Begitu juga dengan anggaran pembinaan Tilawatil Qur’an mencapai Rp 2 milyar lebih yang sebelumnya hanya ratusan juta,” jelasnya.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, membumingkan Al-Qur’an merupakan kewajiban seluruh masyarakat. Hal ini perlu ditanamkan sejak dini. Selain sebagai petunjuk atau panduan hidup, Al-Qur’an bisa menjadi filter yang baik kaum muslim yang harus dimuliakan. Terutama  dalam menghadapi dinamika kehidupan di tengah era globalisasi seperti sekarang ini yang semakin mengkhawatirkan. “Untuk itu, kedepan pihaknya berharap Tilawatil Qur’an bisa terus dikembangkan. Sehingga keberkahan bisa terus tercurahkan bagi masyarakat Loteng,” pungkasnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *