Istighosah Harlah NU Dibanjiri Jamaah

Jamaah pada Harlah NU di Loteng

LOMBOK TENGAH (SUARANUSA),
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar Istighosah dan Wirid Siwak (Wirid Sembilan, red) untuk memohon perlindungan kepada Allah atas keselamatan bangsa Indonesia.

Acara tersebut dihadiri Ketua PCNU Loteng, HL. Pathul Bahri, S.Ip, Da’i kondang, Kh. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), Ketua Rois Suryah PCNU Lombok Tengah TGH Ma’arif Makmum Dirangsa, Rois Suryah PWNU NTB TGH. L.M.Turmuzi Badaruddin, Pimpinan Ponpes Manhalul Ulum TGH.L. Habiburahman, tokoh NU lainnya, dan ribuan jamaah NU. Acara berlangsung di Bencingah Adiguna Alun-alun Tastura Praya, Rabu (11/03).

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Loteng, HL. Pathul Bahri menyampaikan rasa syukur yang tiada tara karena bisa bersilaturahmi dengan warga NU di semua tingkatan. Ia menyatakan sudah sepatutnya rasa syukur diimplementasikan dalam bentuk gerakan membentengi ajaran islam agar senantiasa melestarikan ajaran islam Ahlussunah Wal Jamaah. “Semoga NU tetap bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, dan negara ini,” serunya.

Pathul menambahkan, sebagaimana pada tanggal 10 Muharam, Pemda Loteng telah menetapkan sebagai Rahman Rahim Day (Hari Kasih Sayang). Pihaknya selaku ketua PCNU senantiasa berkhidmat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui kegiatan Rahman Rahim Day. “Sekitar 13 ribu anak yatim di Loteng, kita berikan santunan pada Rahman Rahim Day,” ungkapnya.

Pathul yang juga merupakan Wakil Bupati Loteng menyampaikan, pada kegiatan Rahman Rahim Day, Pemda bekerjasama dengan Baznas Loteng berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan berupa bantuan kepada fakir miskin dan anak yatim. Baznas Loteng telah mengumpulkan sekitar 12 miliar pertahun untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Hal itu kita lakukan untuk memgentaskan kemiskinan. Kami juga mengakui masih banyak hal yang belum diperbuat. Namun, kami meminta kepada semua pihak agar bersama-sama membangun daerah ini demi kesejahteraan masyarakat,” pintanya.

Usai Sambutan ketua PCNU Loteng,  acara dilanjutkan dengan pembacaan do’a yang disampaikan 
Rois Suryah PWNU NTB TGH. L.M.Turmuzi Badaruddin. Kemudian dilanjutkan dengan kajian yang disampaikan Gus Muwafiq.

Gus Muwafiq menceritakan pada zaman penjajahan, NU dulu pernah dihina oleh Belanda. Namun dengan keberadaan para santri membuat Belanda kocar kacir. Kekuatan santri waktu itu membuat Belanda kesulitan. “Kekuatan terbesar kita di NU adalah para santri. Mereka mampu membuat penjajah takluk,” ungkapnya.

Keberadaan santri sangat diperhitungkan. Dengan keberadaannya, 20 ribu pasukan terbaik Belanda mati. Oleh karenanya, santri pada zaman ini harus memiliki semangat juang yang tinggi dan memiliki kecerdasan. “Bangsa ini akan semakin kuat dengan keberadaan santri yang memiliki ilmu agama dan semangat juang untuk menjaga keutuhan NKRI,” serunya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *