![]() |
| Kepala Dikes Loteng, H. Omdah |
LOMBOK TENGAH (SUARANUSA),
Dari 218 Orang Dalam Pengawasan (ODP) alumni jamaah tabligh Ijtima Gowa, Sulawesi Selatan asal Lombok Tengah (Loteng), sejauh ini terdapat 61 orang yang terindikasi gejala virus Corona atau Reaktif berdasarkan hasil Rapid Test.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Loteng, H. Omdah menyampaikan, sejauh ini baru 27 orang yang terdaftar untuk menjalani Swab untuk menentukan apakah negatif atau positif terpapar Corona. “Dari 61 ODP ijtima Gowa yang Reaktif, sebanyak 27 orang sedang proses menjalani swab. Untuk kita Swab kan harus menjalani beberapa tahapan atau proses. Mulai dari pendaftaran sampai seterusnya,” terangnya.
Ia juga menyampaikan, saat ini 61 ODP yang Reaktif telah dikarantina di gedung Eks Kantor Bupati Loteng. Tujuannya, untuk memastikan ODP tersebut tidak keluar ditengah masyarakat dan bisa terkontrol. “Mereka yang telah kita Rapid Tes dan menunjukkan hasil reaktif langsung kita karantina. Kita juga sudah mulai proses Swab terhadap ODP yang Reaktif,” ungkapnya.
Terkait apakah semua jamaah tabligh yang 218 itu sudah menjalani Rapid Tes, pihaknya masih ragu-ragu untuk menjawab. Pihaknya akan melihat data dulu, berapa jumlah ODP yang sudah dirapid tes. “Sepertinya masih ada yang belum kita Rapid Tes. Nanti saya lihat data dulu ya,” katanya saat dihubungi Via Telepon.
Kemudian, terkait apakah ODP yang tidak memiliki gejala terpapar Corona berdasarkan hasil Rapid Tes akan tetap dikarantina atau isolasi mandiri, pihaknya menjelaskan, jika ODP yang non reaktif berdasarkan Rapid Tes akan diisolasi mandiri di masing-masing Kecamatan. “Mereka yang hasil Rapid Tesnya non reaktif atau tanpa gejala akan kita isolasi mandiri di masing-masing Kecamatan,” tuturnya.
Omdah mengabarkan, kondisi semua ODP yang saat ini Reaktif dan dalam masa karantina sehat-sehat. “Alhamdulillah, walaupun hasil Rapid Tes Reaktif, namun mereka semu dalam kondisi sehat,” pungkasnya. (wan)







