![]() |
| Aksi Penolakan Lokasi Karantina di Illira Hotel |
LOMBOK TENGAH (SUARANUSA),
Kepala Desa Penujak dan Masyarakat menggelar aksi penolakan lokasi karantina Orang Dalam Pengawasan (ODP) klaster Gowa di Illira Hotel, jalan Penujak nomor 88 Desa Penujak Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).
Menurut Kepala Desa Penujak, L. Suharto, pihaknya sangat menyayangkan Pemerintah Daerah (Pemda) dari awal tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Desa terkait penentuan lokasi karantina ODP jamaah tabligh klaster Gowa. Hal itu tentu membuat masyarakat terkejut, resah dan takut.
“Saat ini juga kami minta ODP yang sudah ditampung segera dievakuasi. Dan juga tadi saya sempat ngomong sama pihak hotel dan mereka kira yang akan ditampung disini adalah tim medis. Tau-taunya ODP Klaster Gowa. Ada apa ini,” herannya.
Pihaknya mengaku sejauh ini telah melakukan berbagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang saat ini mewabah. Sehingga, pihaknya bersama masyarakat Desa Penujak menolak Illira Hotel dijadikan lokasi karantina demi mencegah penularan wabah Corona di Desa Penujak.
“Aksi ini membuktikan masyarakat Desa Penujak secara langsung dan tegas menolak wilayah kami sebagai lokasi karantina,” tegasnya.
Dengan jumlah ODP sebanyak 70 orang, lanjut Suharto, akan sangat membahayakan masyarakat sekitar. Bukan tidak mungkin ODP nekat keluar dan berbaur dengan masyarakat. Itu tentu akan berakibat fatal.
“Kalian anggap apa kami ini. Tanpa adanya koordinasi dan komunikasi tiba-tiba menampung ODP di tempat kami. Tentu kami tidak terima,” serunya.
Sementara, menurut salah satu masyarakat yang ikut aksi, yakni Uhel Arianto, menyampaikan beberapa masyarakat sempat melihat ODP jamaah tabligh olahraga lari pagi di sekitar Hotel. Hal itu lantas membuat masyarakat panik.
“Saya atas nama masyarakat Desa Penujak menolak keras atas penampungan ODP di Desa Penujak. Kalau tuntutan ini tidak secepatnya di selesaikan jangan salahkan masyarakat kalau nanti dikemudian hari akan terjadi kericuhan di lokasi karantina ini,” ancamnya. (fad)







