Ganti Rugi Lahan di KEK Harga Kronis, Dewan Berang

L. Ramdan

LOMBOK TENGAH, SUARANUSA- Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah, L. Ramdhan menilai harga lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tidak manusiawi dan sewena-wena. Pihaknya menyarankan ITDC agar segera menyelesaikan persoalan lahan di KEK Mandalika secara bijak dan menggunakan hati nurani. Toh juga, tujuan proyek pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu tidak sepantasnya masyarakat yang memiliki lahan didiskriminasi. Hal itu diungkapkan L. Ramdan, Senin (06/07).

Dewan Lombok Tengah Dapil Pujut-Praya Timur, itu juga mengatakan persoalan lahan di KEK Mandalika sebenarnya hanya akal-akalan ITDC. Dalam penentuan harga misalnya, pihak ITDC selalu bertameng pada ketentuan Tim Appraissal Sehingga harga lahan selalu menguntungakn ITDC.

Menurutnya, penentuan harga lahan di kawasan KEK Mandalika, sangat tidak manusiawi. Bayangkan saja kata Ramdhan, lahan warga yang letaknya strategis ditawar murah. Padahal secara history, lahan-lahan tersebut merupakan warisan nenek moyang mereka. Anehnya, harga lahan lain di luar kawasan yang dibeli oleh investor perorangan justru lebih tinggi.

Celakanya lagi, pihak ITDC cenderung bertindak sewena-wena. Dengan kekuasaan dan alat yang dimilikinya, ITDC kerap kali melakukan upaya kriminalisasi terhadap pemilik lahan atau pihak-pihak yang berpotensi menghambat kebijakannya. “Mereka (pemilik lahan, red) paling hanya punya warisan nenek moyang hanya 20 sampai 30 are di sana. Janganlah mempersulit keadaan dengan menawarkan harga yang murah. Apalagi, letaknya sangat strategis,” kritiknya.

Dengan berbagai kejadian selama ini, politisi Partai Gerindra tersebut menduga ada broker di internal ITDC. Broker tesebut diduga sengaja dipelihara untuk mencari keuntungan pribadi segelintir oknum di internal ITDC.

Keluguan warga, lanjut Ramdhan dimanfaatkan ITDC untuk membayar lahan dengan harga murah. Sementara pihak ITDC bisa saja menjual lahan-lahan tersebut dengan harga mahal. Yang mana keuntungannya diduga dinikmati segelintir oknum di ITDC. “Kami curiga ada pihak di intenal ITDC yang mau cari untung dalam persoalan lahan KEK,” tegasnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *