Tastura Mengajar Rayakan HUT RI di Daerah Pedalaman

LOMBOK TENGAH, SUARANUSA- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-75, LSM Tastura Mengajar melaksanakan kegiatan dengan konsep ‘Merah Putihkan Tanah Bangket Molo’. Bangket Molo adalah sebuah Dusun yang terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SD-SMP 6 Satu atap Praya Barat. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 16 sampai 17 Agustus 2020. Di hari pertama, Tastura Mengajar melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar sekolah serta pembagian Alat Pelindung Diri (APD) kepada siswa didik dan masyarakat dusun Bangket Molo. Kemudian pada hari kedua Upacara Bendera Merah Putih untuk memperingati hari kemerdekaan RI ke-75.

Menurut Lalu Gitan, selaku CEO dari LSM Tastura Mengajar, Bangket Molo merupakan daerah pengabdiannya yang kedua. Sejak Februari tahun 2019 lalu, pihaknya sudah aktif berkegiatan di sini. Sehingga kegiatan kali ini merupakan bagian dari rangkaian agenda untuk daerah ini. Mengingat Tastura Mengajar bukan saja fokus dalam proses belajar mengajar namun juga melaksanakan pemberdayaan masyarakat serta pengembangan daerah binaan yang tentunya membutuhkan waktu, tenaga, serta pikiran yang tidak sedikit. 

“Apalagi pemangku kebijakan masih kurang maksimal dalam memperhatikan kondisi daerah pelosok di tanah Lombok. Hal semacam Ini sudah menjadi rahasia umum di Indonesia,” ungkap Lalu Gitan.

Salah satu anggota Tastura Mengajar selaku koordinator aksi yakni Shulhi Islami juga mengungkapkan, dalam upacara pengibaran, tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah meluasnya pandemi Covid-19. Para peserta upacara diwajibkan menggunakan APD berupa facial shield. 

“APD tersebut kami dapatkan berkat kerjasama dengan komunitas Kita Peduli. Sedangkan yang menjadi peserta kami selain siswa-siswi didik, kami juga mengajak para pemuda-pemudi dusun hingga masyarakat luas yang berkesempatan mengikuti upacara bendera hari kemerdekaan tersebut,” terangnya.

Dikatakannya, Upacara tersebut memang telah rencanakan untuk diadakan di sekolah tersebut. Sebab sekolah tersebut tidak pernah mengadakan upacara bendera mingguan seperti sekolah-sekolah pada umumnya dikarenakan kuranganya kapasitas dan fasilitas tenaga pendidik ataupun anak didik yang ada di sekolah tersebut. 

“Pernah kami menanyakan hal tersebut pada salah satu pendidik sekaligus tokoh masyarakat Dusun Bangket Molo bernama Pak Supardi, beliau menjawab bahwasanya anak-anak di sini mau sekolah saja sudah bersyukur. Apalagi ingin mengadakan upacara atau semacamanya seperti yang ada di sekolah pada umumnya. Belum lagi tingkat pernikahan dini di dusun ini sangat tinggi termasuk anak didik kami. Jadi jika mereka sudah memasuki jenjang SMP maka tugas kami selaku pendidik bertamabah. Pertama tugas mengajar dan mendidik kemudian yang kedua tugas menjaga serta mempertahankan anak didik agar tidak menikah dini,” ulasnya.

Untuk diketahui, Tastura Mengajar merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang bergerak dalam pengabdian dengan program utama yaitu TES (Teaching Empowering dan Social sharing)

1. Teaching, merupakan program mengajar di daerah pengabdian, dalam rangka membantu berlangsungnya proses pembelajaran baik secara formal dan nonformal.

2. Empowering, merupakan program pemberdayaan masyarakat agar memiliki sikap responsif dan dapat mengidentifikasi potensi di daerah pengabdian sehingga dapat menjadi daerah yg berdikari dan berdaya saing.

3. Social sharing merupakan program berbagi dengan masyarakat di daerah pengabdian, berupa alat penunjang pemenuhan kebutuhan baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi.

Tastura mengajar bergerak dan berkegiatan di daerah-daerah pedalaman tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan yang diselenggarakan merupakan upaya dalam peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *