| Debat publik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Loteng |
LOMBOK TENGAH, SUARANUSA- Pada debat publik yang kedua atau terakhir, lima (5) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sama-sama memaparkan visi misi pembangunan dan kesejahteraan sosial. Debat disiarkan langsung stasiun TVRI NTB, dan berlangsung di Hotel D’ Max, Senin malam (30/11).
Kelima Paslon beradu visi misi dan gagasan dengan tema “Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial”.
Paslon nomor urut 1, Lale Prayatni, fokus menyampaikan visi misi dalam mewujudkan Loteng yang Menah Tandur, tertib, akuntable, aman, nyaman, dan damai. Serta akan memanfaatkan APBD agar tepat sasaran sesuai kebutuhan. Selain itu, pihaknya juga akan menciptakan SDM yang unggul dan SDA yang lestari.
Paslon nomor urut 2, Ahmad Ziadi fokus membangun Loteng secara berjamaah demi efisitas pembangunan. Dalam mewujudkan kesejahteraan sosial tidak terlepas dari keamanan, kenyamanan, dan pembangunan infrastruktur yang memadai.
Paslon nomor urut 3, H. Masrun fokus mengurangi pengganguran dan menekan angka kemiskinan. Serta meningkatkan mutu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan membasmi penyalahgunaan narkoba demi menyongsong Loteng Mendunia.
Paslon nomor urut 4, HL. Pathul Bahri, siap melanjutkan pembangunan. Sebagaimana diketahui di Loteng, berbagai pembangunan sudah mentereng. Seperti halnya beberapa pasar megah, kantor camat berlantai dua, Puskesmas, IPDN, Poltekpar, Kantor Bupati. Adapun pembuangan lainnya yang sedang dikerjakan seperti Rumah Sakit Internasional, Jalan By Pass dari bandara menuju KEK Mandalika dan berbagai pembangunan lainnya. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat melanjutkan berbagai pembangunan yang ada.
Paslon nomor urut 5, L. Saswadi, akan mewujudkan Loteng yang mandiri, maju, makmur, dan bermartabat dengan mengedepankan nilai kebersamaan. Serta menumbuhkan kualitas dan kuantitas dari dunia usaha lewat IKM dan UMKM.
Debat publik terahir malam ini juga menampilkan penajaman visi misi melalui pertanyaan panelis dan sesi tanya jawab antar Paslon.
Dalam Sesi penajaman visi misi, Paslon nomor urut 2, Ahmad Ziadi membeberkan persoalan efektivitas anggaran perlu diterapkan Loteng berjamaah.
“Untuk meningkatkan APBD maka prioritas pembangunan dimulai dari Desa. Selain itu, untuk mengatasi kebocoran anggaran maka belanja daerah harus bisa disesuaikan. Audit juga perlu ditingkatkan,” ungkap Ziadi.
Kemudian, Paslon nomor urut 3, H. Masrun akan menata dan menciptakan destinasi wisata lokal, menciptakan brand wisata agar bisa menumbuh kembangkan wisata lokal. Selain itu perlu memaksimalkan promosi agar wisatawan lokal maupun mancanegara nantinya banyak berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Loteng
“Akibat pandemi saat ini, wisatawan berkurang. Sehingga kita perlu melakukan promosi wisata lokal. Untuk itu, kami mengajak pemuda untuk membantu promosikan obyek wisata yang ada melalui media sosial untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” kata Wabup nomor urut 3, H. Habib.
Sementara, Paslon nomor urut 4, L. Pathul, dalam mengatasi persoalan pencemaran sampah, pihaknya perlu meningkatkan edukasi kepada semua pihak. Sebab, persoalan sampah bersumber dari masyarakat.
“Persoalan sampah bersumber dari masyarakat. Sehingga dalam program unggulan kami ada 12 Desa bebas sampah yang nantinya menjadi pilot projek untuk menekan pencemaran sampah. Kita harus mampu kelola sampah sehingga bisa menghasilkan,” ungkap Cawabup nomor urut 4, HM. Nursiah.
Kemudian, Paslon nomor urut 5, dalam hal ini Wabup, H. Dahrun, siap mengelola tata ruang terintegrasi. Pihaknya akan prioritaskan tata ruang mulai dari Kabupaten hingga Desa.
“Kami akan kaji tata ruang mulai dari tempat pendidikan, perkantoran, pemukiman, pasar dan lainnya. Sehingga nanti drainase maupun jalan menjadi jelas,” terang Dahrun.
Terakhir, Paslon nomor urut 1, Lale Prayatni mengungkapkan dalam mengentaskan kemiskinan perlu upaya dan strategi meningkatkan APBD. Tentunya dengan memanfaatkan pengelolaan berbagai bangunan yang saat ini tidak dimanfaatkan.
“Kita juga perlu menyusun Perda CSR dalam meningkatkan APBD. Setelah APBD meningkat maka porsi untuk mengentaskan kemiskinan bisa ditambah demi mengurangi angka kemiskinan di Loteng,” papar Lale. (wan)






