Praya-Memastikan penjagaan suara Paslon maiq meres tidak berkurang, Tim IT dan saksi maiq meres membekali saksinya dengan aplikasi, yaitu aplikasi Quick Count.
Selain aplikasi Quick Count, Tim riset maiq meres juga melakukan riset exit poll sebagai bahan pemetaan awal.
Bayu Satria Utama, M.IP, kordinator riset Maiq Meres menjelaskan kepada awak media, Rabu 9 Desember 2020 melalui WA pribadinya “Exit poll dan Quick Count merupakan keterpaduan metode di dalam riset hitung cepat dalam kontestasi politik elektoral, selain menghitung angka perolehan suara di beberapa TPS, tim riset pasangan maiq meres juga melakukan wawancara secara langsung kepada beberapa responden di jam-jam tertentu setelah pemilih keluar dari bilik suara (exit poll) untuk menguji validitas data yang diperoleh di lapangan”. Jelasnya.
“Meski hasil survei internal kita punya jarak yang jauh tapi tidak boleh jumawa sehingga tetap harus kita jaga 1 suara pemilih, maka kita sudah siapkan sistem Quick Count untuk rekap cepat C Plano”
Pemuda yang juga alumni Megister Ilmu Politik UI tersebut menambahkan bahwa dua aplikasi tersebut masing-masing beda fungsi, “aplikasi Exit poll maiq meres untuk kepentingan riset sebanyak 410 responden di 205 TPS se Lombok Tengah, dengan metode saksi mewawancarai langsung pemilih yang sudah memilih, secara serentak setelah TPS dibuka, sehingga paling telat jam 11 pagi sudah hasil pemetaan”
“Sementara aplikasi Quick Count adalah aplikasi rekap suara yang dibuktikan dengan foto C1 Plano, sehingga data jumlah suara di 2032 TPS dapat terekap dengan cepat. Target kami maksimal jam 4 sore semua sudah terekap dengan cepat, sehingga dapat Paslon Pathul-Nursiah dapat mendeklarasikan kemenanganya”
Kami memahami kerja saksi Paslon Mantab yang digawangi oleh PKS, sehingga walaupu tim saksi TPS kita dari saksi Partai Golkar dan Relawan tentu harus lebih baik dengan sistem di PKS, insya Allah kami dua langkah lebih maju. Tutupnya. (rby)







