![]() |
| Plt. Ketua Umum KONI Loteng, M. Samsul Qomar |
LOMBOK TENGAH, SUARANUSA- Semakin dekatnya perhelatan Musawarah Olahraga Kabupaten (Mosorkab) KONI Lombok Tengah (Loteng), tim verifikasi Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) terus bekerja. Sampai saat ini baru beberapa Cabor yang sudah melaporkan Periodesasi kepengurusan atau SK ke tim.
“Kita sudah mulai melakukan verifikasi. Semoga akhir Februari semua sudah clear dan siap untuk pelaksanaan Musorkab,” kata Plt. ketua Umum KONI Loteng, M. Samsul Qomar (MSQ) dalam keterangan persnya, Selasa (19/01).
Menurutnya, ini penting karena syarat peserta sah itu dibuktikan dengan SK yang masih berlaku. Jangan sampai ada Cabor yang nanti ketika akan Musorkab SKnya sudah expired jadi hak suaranya bisa hilang.
“Demi mulusnya hajatan 4 tahunan tersebut, KONI sengaja mempersiapkan semua jauh hari agar kendala bisa diantisipasi se kecil mungkin. Kita mau sukses bersama. Untuk itu kita mulai dari sekarang dan terbuka,” terangnya.
Sampai hari ini, KONI sudah menerima permohonan rekomendasi Cabor yang sudah melaksanakan Musawarah Cabang (Muscab). Pihaknya sudah terima permohonan Cabor Volly dan Futsal.
“Kita tunggu Cabor yang lain. Nanti secara kolektif kita akan berikan rekom. Dari Cabor Volley terpilih secara aklamasi Suhaimi SH sebagai ketua. Sementara Futsal Adi Bagus Karya juga dengan aklamasi,” sebutnya.
Meski begitu, pihaknya belum keluarkan rekomendasi. Rekomendasi akan dikeluarkan nanti sekaligus dengan beberapa Cabor yang baru saja menggelar muscab.
“Dari data KONI Loteng untuk peserta Musorkab bertambah 2 Cabor yakni PASI dan ESI. Jadi kalau mengacu pada data periode lalu suara untuk Musorkab sekitar 30 suara. Kali ini tergantung Cabornya, bisa kurang kalau ada Cabor yang tidak melaksanakan Muscab atau belum mendapatkan rekomendasi dari KONI,” ujarnya.
Saat ini, MSQ bertekad merapikan semua pengurus Cabor karena kalau Cabor sudah rapi maka atlet juga menjadi nyaman dan terukur. Dengan begitu, maka atlet Loteng akan mampu meraih prestasi Olahraga. Baik menjadi juara di kancah nasional maupun dunia.
“Laporan tim verifikasi Cabor Muathay dan Biliard sudah melaksanakan Muscab namun belum mengajukan rekomendasi. Kita menunggu pengajuan Cabor karena ini aturan AD/ART jadi itu sudah baku. Kalau tidak ada rekom ya tidak sah Cabor tersebut sebagai peserta,” ungkapnya.
Selain persiapan Musorkab, KONI juga ingin melakukan sebuah strategi yang agak ekstrim yakni “Wajib Olahraga“ karena kebiasaan olahraga harus di tanamkan sejak usia dini di sekolah mulai SD sampai SMA. Kalau di negara maju mereka bisa melaksanakan Wajib militer masak iya di sini tidak bisa Wajib Olahraga.
“Saya akan menyampaikan ini ke Bupati nanti untuk mendukung gerakan Wajib olahraga. Jadi siswa diharuskan menggeluti olahraga yang mereka minati. Dari sana kita akan mencari bakat bakat terpendam. Itu juga untuk menjaga kebugaran tubuh terlebih saat ini Covid-19 masih mewabah entah sampai kapan,” pungkasnya. (wan)







