H Rachmat Hidayat : Unram Harus Selaras Dengan Badan Riset Inovasi Nasiona

Mataram, suaranusa – Senat Universitas Mataram periode 2017-2021 akan berakhir pada Juli mendatang. Anggota DPR RI H Rachmat Hidayat mengingatkan, inilah momentum emas yang tak boleh dilewatkan untuk membesarkan Universitas Mataram di masa mendatang, mengingat Senat memiliki kewenangan memilih Rektor periode empat tahun berikutnya. Kualitas regenerasi selanjutnya dipertaruhkan. Sebab keberadaan Unram adalah indikator utama kemajuan Bumi Gora. Itu sudah menjadi asumsi mendasar,” tandas politisi berambut perak ini.

Suatu daerah kata dia, tidak mungkin bisa mencicipi kemakmuran atau kesejahteraan tanpa teknologi. Karena itu, keberadaan riset menjadi kunci utamanya. Dan kultul riset itu harus tumbuh di Unram. Harus diberi ruang seluas-luasnya.

Rachmat banyak mendapat laporan, bagaimana kultur riset tersebut kini malah stagnan di Unram. Padahal, para guru besar di Unram begitu unggul dengan temuan-temuannya.

Dia memberi contoh bagaimana guru besar Unram yang tadinya dikenal unggul dalam riset dan penelitian Gaharu, salah satu komoditas penting yang dicari dunia. Keberhasilan riset Gaharu itu, kini malah meredup. Tak lagi terdengar kencang. Padahal dari riset Gaharu tersebut, dunia sudah menoleh ke Unram, dan juga ke NTB.

Contoh lain yang dikemukakan Rachmat adalah tentang riset Unram di sektor peternakan. Publik tahu, bahwa hotel-hotel berbintang di NTB tidak bisa mengandalkan pasokan daging sapi lokal untuk kebutuhan steak bagi para customer loyal mereka. Padahal NTB adalah Bumi Sejuta Sapi. Namun, dari riset, Guru Besar Unram rupanya telah mampu menghasilkan daging sapi lokal yang memiliki cita rasa yang sama dengan steak yang dibuat dari daging sapi impor. Namun, riset tersebut kini juga meredup.

Rachmat mengaku mendengar pula jika para Guru Besar yang sebelumnya telah menghasilkan penelitian besar dan menonjol tersebut kini justru tidak mendapat dukungan sebagaimana seharusnya. Banyak pula yang sebelumnya menjadi pengambil kebijakan di fakultas, kini malah tidak di posisi serupa lagi.

Karena itu, perhatian Unram pada riset yang terkait degan teknologi dan inovasi kata Rachmat adalah keniscayaan. Itu sebabnya, Rachmat sangat parihatin. Manakala Gubernur NTB H Zulkieflimansyah memiliki gagasan brilian untuk mewujudkan Industrialisasi di NTB, namun tidak terlihat gairah yang serupa dari Unram. Padahal, seharusnya, Unram juga mesti menyambut hal tersebut dengan gairah yang besar.

Buat Rachmat, hingga kini tak terlihat peran yang hendak diambil Unram dalam hal mewujudkan industrialisasi di NTB tersebut. Misalnya, manakala NTB mulai bermunculan mewujudkan kendaraan listrik, tak terlihat peran strategis dari Unram akan hal tersebut. Pun dalam sektor industri yang lain.

Tentu ada pengecualian. Seperti misalnya lahirnya alat rapid test dan alat swab antigen untuk mendeteksi Covid-19 yang dibidani Fakultas Kedokteran Unram dengan Klinik Hepatika Mataram. Rachmat menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi akan hal tersebut. Namun, sebagai perguruan tinggi terbesar di Bumi Gora, publik tentu kata Rachmat memberikan eksektasi yang sangat besar pada Unram.

Pun juga dengan kerja sama-kerja sama Unram dengan luar negeri. Belakangan, hal tersebut malah jarang terdengar. Padahal, kerja sama dengan luar negeri, adalah salah satu tolok ukur penting. Apalagi mengingat NTB adalah daerah yang kaya dengan sumber daya alam maupun sumber daya manusia unggul. Unram mestinya mengambil peran lebih dan berada di garda terdepan.

Itu sebabnya, Rachmat mengingatkan, sejarah dan fakta empiris membuktikan, bahwa bangsa yang maju, makmur, dan berdaulat adalah mereka yang memiliki SDM berkualitas yang mampu meguasai, menghasilkan, dan menerapkan hasil riset dalam segenap aspek kehidupan. Itu sebabnya, Unram menjadi sangat penting bagi NTB.

Lantas apakah Rachmat punya kandidat Guru Besar yang bisa menyiapkan peta jalan bagi Unram untuk melompat jauh di masa datang? Digoda degan pertanyaan ini, Rachmat melempar senyum.

“Tentu, para Guru Besar dan Anggota Senat Unram lebih tahu siapa figur tersebut,” katanya.(SN.02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *