Mataram, suaranusa – Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Nusa Tenggara Barat (NTB),Iskandar SH., MH., CLA., CIL., akhirnya angkat bicara terkait statemen juru bicara (jubir) DPD Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) NTB yang menyebutkan Ketua DPD IKADIN NTB terpilih melebihi rata-rata ketua organisasi advokat lainnya.
Menurut Iskandar, di dalam berorganisasi, seorang advokat harus menjunjung tinggi organisasi tempat mereka bernaung.
“Kita juga tidak boleh menyinggung internal organisasi-organisasi lainnya, baik itu berseberangan ataupun tidak berseberangan sekalipun. Janganlah sebut-sebut organisasi orang lain,” sesal Iskandar, di Kota Mataram Kamis (02/09/21) sore.
Oleh karena itu, pria berbadan tegap itu berharap kepada advokat-advokat yang ada di NTB khususnya, harus menjaga perasaan organisasi yang lainnya. Salah satunya dengan tidak menyebutkan organisasi-organisasi lebih lemah atau bahkan lebih rendah dan janganlah kita perlihatkan power kita di publik.
“Kita harusnya menjaga marwahnya kita sebagai advokat. Jangan sampai juga menyudutkan organisasi lain lebih lemah atau apa,” sarannya.
Pernyataan ketua terpilih IKADIN NTB, melalui juru bicaranya kepada media beberapa waktu lalu menurut Iskandar, sangat menyentuh kepribadian para ketua organisasi-organisasi lainnya.
“Ya termasuk kami di KAI NTB,” imbuhnya.
Dengan demikian lanjut pria asal Pringgabaya Lotim itu, apa yang disampaikan oleh rekan advokat IKADIN NTB perlu dikoreksi dan ditinjau ulang. Karena pernyataan tersebut sudah menyangkut ranah rumah tangga orang lain.
“Kalau ranah internal, jangan dibawa ke ranah eksternal dong atau organisasi advokat lainnya. Jujur, kami merasa tersinggung berat atas pernyataan tidak elok seperti itu, perlu diingat kami juga termasuk salah satu organisasi yang besar di NTB dan juga secara nasional,” ketusnya.
Hemat dia, jika sebuah organisasi mau besar, tidak harus merendahkan organisasi advokat lainnya, organisasi apapun itu. Apalagi para ketua organisasi advokat lainnya di NTB adalah orang-orang yang sudah tidak diragukan lagi kapabilitas dan kapasitasnya.
“Sekali lagi, janganlah sebut-sebut organisasi lain, sehingga kondisifitas dan hubungan baik antara satu organisasi dengan organisasi lainnya tetap terjalin harmonis sebagaimana sebelumny”, “harapnya.
“Jika tidak segera direspons, atau setidaknya meminta maaf, kami akan proses lebih lanjut. Ini bisa masuk pencemaran nama baik organisasi atau perbuatan tidak menyenangkan dan selanjutnya kami akan bawa ke ranah hukum,” ancamnya.
Sebelumnya diberitakan, usai Musda DPD IKADIN NTB 28 Agustus lalu, perwakilan IKADIN, Hariadi Rahman (jubir) menyatakan bahwa Ketua DPD IKADIN terpilih, Dr. Irpan Suriadiata SH., MH., bukan orang sembarangan. Kata dia, Dr Irpan memiliki kekuatan serta kemampuan melebihi rata-rata ketua organisasi advokad lainnya.
Sementara, Ketua Ikadin NTB terpilih Doktor Irpan Suriyadiata , membantah terkait dengan statemen tersebut dan tidak mungkin berbicara seperti itu.
”Saya tidak pernah berstatemen seperti itu dan saya tidak punya juru bicara, tidak mungkin saya bicara begitu dan sanjung diri”, tukasnya.
Menurutnya bahwa sebagai advokat yang terbilang masih junior dibandingkan dengan advokat lain maupun teman teman advokat yang menjadi ketua tidak mungkin akan mengatakan diri paling hebat dibandingkan dengan rekan yang lain.(SN.02)






