Tingkatkan Literasi, LBKN Antara-Mafindo Ajak Jurnalis Di NTB Perangi Hoaks

Mataram, suaranusa – Cikal bakal informasi hoaks di Indonesia mulai terjadi saat pilkada DKI Jakarta pada 2012 kemaren dan kemudian pada tahun 2014.

Dari tahun ke tahun kasus informasi hoaks terus meningkat dan isu yang disebarkan tidaknya masalah politik, SARA, namun juga menyasar penanganan pandemi covid 19.

Menurut Pemeriksa Fakta Senior Mafindo, Dedy Helsyanto, mengatakan bahwa saat ini angka literasi masyarakat masih rendah.

,”Pekerjaan Rumah (PR) kita bahwa masih banyak masyarakat indonesia yang literasi data dan informasi masih rendah, “ucapnya dalam acara diskusi peran media ditengah informasi hoaks di masyarakat yang digelar oleh Biro Antara NTB, Selasa (28/12/2021).

Menurutnya, berdasarkan hasil survei bahwa hampir 60 persen masyarakat Indonesia terpapar hoaks saat akses internet.

, “Pengguna internet saat ini di Indonesia cukup tinggi, tidak menutup kemungkinan populasi angka yang terpapar hoaks bisa diatas 60 persen, ” ungkapnya.

Jadi ungkapnya, untuk itu,menyarankan agar masyarakat jika menerima informasi jangan begitu saja percaya namun harus dikroscek terlebih dahulu dan harus hati hati ditengah kemajuan teknologi.

Karena itu, solusi untuk melawan informasi hoaks yang beredar ditengah masyarakat maka perlu secara bersama sama termasuk peran serta dari para jurnalis untuk terus meningkatkan literasi kepada masyarakat.

Sementara itu dalam diskusi yang digelar disalah satu hotel di Kota Mataram, NTB tersebut juga dihadiri oleh Kabiro Antara NTB, Riza Fahriza dengan peserta sejumlah jurnalis baik dari, TV, cetak, online serta radio.(SN.02)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *