Bupati Loteng Berikan Kuliah Umum Kepemimpinan Ke Praja IPDN

Lombok Tengah, suaranusa – Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri berikan kuliah umum terkait kepemimpinan kepada Praja IPDN t di Kampus NTB, pada Jum’at (3/2/2022)

Mengawali perkuliahan Bupati menceritakan soal kehidupan masa kelam dimasa kecil hingga dirinya sekarang menjadi Bupati Lombok Tengah.

, “Saya ini anak petani, bukan dari golongan orang berada, bapak saya Kepala Dusun, bahkan saking susahnya makan waktu itu jari tangan saya terpotong kena cangkul saat cari ubi jalar, meski demikian keinginan menjadi seorang pemimpin sudah ada sejak kecil, makanya saya terus berjuang”ucapnya.

Bupati menegaskan, awal karir politiknya dimulai sejak dirinya mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah melalui PKB, dimana dia sempat mendapatkan suara banyak tetapi sayang karena sistim nomor urut, maka dirinya harus merelakan kursi DPRD kepada calon nomor urut 1 yang jauh lebih sedikit suara diperoleh.

,”Di pileg selanjutnya tidak pakai nomor urut dan saya dapat menjadi anggota DPRD bahkan duduk menjadi pimpinan waktu itu” ceritanya.

Satu periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah kata Bupati, dirinya kemudian maju menjadi calon anggota DPRD Provinsi NTB nomor urut 2 melalui Partai Gerindra.

, “Alhamdulillah saya mengalahkan calon nomor urut 1. Saya pun melenggang menjadi anggota DPRD NTB dan menjadi pimpinan Komisi IV waktu itu” ujarnya.

Selanjutnya tujuh bulan menjadi anggota DPRD NTB, harus melepasnya karena maju menjadi Cawabup berpasangan dengan H.M.Suhaili dan berhasil. Kemudian kembali maju menjadi Cabup.

, “Jadi saya sengaja menceritakan perjalanan masa kecil dan perjalanan karir politik saya kepada adik adik praja agar dapat menjadi motivasi dan semangat Praja untuk tidak pernah bermimpi dan berhayal menjadi pemimpin tentu dengan ikhtiar atau usaha sebab usaha takkan pernah mengkhianati hasil” ungkapnya.

Bupati berharap kepada Praja IPDN untuk serius menjalani pendidikan ini dengan serius sehingga kelak menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Tengah dan juga orang tua.

, “Jangan malu dengan keadaan, jangan malu dengan pekerjaan apapun bentuknya yang penting itu benar, saya pernah jadi kuli, kernet pun tidak pernah malu, apalagi adik adik ini adalah generasi penerus pembangunan nanti, masa depan cerah sudah menanti didepan mata, maka jangan sombong, angkuh, tetaplah rendah hati sebab seorang pemimpin itu memiliki sifat rendah hati namun visioner” ujarnya menutup mata kuliah kepemimpinan.

Para Praja IPDN pun tertegun mendengar kisah hidupnya seorang Bupati dengan perjuangan keras hingga menjadi Bupati saat sekarang ini.(SN.01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *