Lombok Barat, suaranusa – Dandim 1606/Mataram Letkol. Arm. Arief Rahman, kembali mengajak warga Dusun Ganjar yang ada di lokasi pengungsian untuk pulang ke rumah masing-masing bahkan dihimbau untuk tetap beraktifitas dan berinteraksi dengan masyarakat sebagaimana biasa.
,”Kalau melihat atau menganalisa situasi berdasarkan laporan anggota kami yang selalu aktif di lapangan, bahwa persoalan ini sesungguhnya bukan persoalan yang besar, namanya juga kita hidup berdampingan pasti ada saja riak riak kecil yang kemudian bisa selesai secara kekeluargaan tanpa campur tangan pihak lain”, ucapnya ketika mendampingi Kasrem 162 Kol. Inf. Sudarwo Aris Nurcahyo, meninjau situasi dan kondisi masyarakat di Dusun Ganjar.
,”Dan ini bisa kita prediksi sendiri, mengapa ini bisa meluas hingga kejadian pembakaran terhadap pemukiman penduduk,”ungkapnya.
Dihadapan Kasrem 162 dan sejumlah tokoh, Dandim menegaskan, bahwa pihaknya TNI siap menjamin keselamatan dan keamanan warga.
,”Jika ada yang mencoba melakukan gerakan mengganggu kamtibmas, maka mereka akan berhadapan dengan kami, meski kehadiran TNI-AD disini bersifat membantu kepolisian, “tegasnya.
Menurutnya bahwa satu hal yang harus kita semua pikirkan dari kejadian ini, dimana awalnya tersulut oleh petasan, maka keberadaan petasan yang sudah jelas dilarang, sudah saatnya untuk berfikir dan menarik benang merah kejadian kejadian lain yang disebabkan oleh ledakan atau letupan suara petasan.
,”Selama ini kita melihat aparat trend dengan upaya operasi kelokasi pedagang pengecer petasan yang bermodal kecil, tetapi belum pernah diungkap siapa pemasok besar petasan di daerah ini,”ujarnya.
Dimana berdasarkan identifikasi kasus, selama ini petasan sering kali merupakan sumber pemicu yang kerap memancing konflik dan sumber petaka yang kerap juga merugikan masyarakat akibat kebakaran karena kelalaian penggunaan petasan baik oleh anak dibawah umur maupun orang dewasa.
Perlu diketahui bahwa pada Rabu (4/5/2022) sekitar pukul 14,30 Wita telah dilaksanakan mediasi dengan hasil kesepakatan bahwa kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak saling menuntut serta mau kembali hidup rukun berdampingan secara damai,
,”Hasil perdamaian kedua belah pihak tersebut mari sama sama kita kawal sehingga tidak ada lagi provokasi dari pihak luar yang akan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Lombok Barat, “pungkasnya.(SN.02)






