Kades, Tanggapi Santai Laporan Warga Ke Kejari Lombok Tengah

Lombok Tengah, suaranusa – Kepala Desa Gemal Kecamatan Jonggat, LombokTengah, NTB angkat bicara dan menanggapi dengan santai terkait aksi yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Peduli Desa Gemel yang berujung pada pelaporan ke Kejaksaan Negeri.

,”Alhamdulillah wasyukurillah, peran aktif masyarakat yang peduli terhadap desa untuk membangun desa itu hal yang wajar, tanpa adanya aksi tidak ada reaksi kita bagaimana untuk lebih baik membangun Desa Gemel kedepan.”ucap Kepala Desa Gemal, Muhammad Ramli, saat ditemui di kediamannya, Senin (12/09/2022).

Namun Ramli yang tidak anti terhadap terhadap kritik tersebut, menyarankan kepada kelompok masyarakat agar ketika kita melontarkan sesuatu permasalahan ke publik hendaknya disertai bukti otentik yang jelas.

,”Yakni bukti apakah pekerjaan fisik itu sudah dikerjakan atau tidak, yang kedua apakah BLT DD itu sudah dibagikan harus jelas dipaparkan.”terangnya.

Makanya menurut Ramli, bahwa isu-isu yang berkembang dimasyarakat itu tidak benar keberadaannya sesuai dengan data yang ada di lapangan . Oleh sebab itu jika ada masyarakat Desa Gemel yang meragukan penggunaan dana desa bahkan sampai melapor ke Kejaksaan, Ia mengajak masyarakat tersebut turun bersama kelapangan mengecek fakta-faktanya sudah apa belum dikerjakan.

,”Alhamdulillah selama saya menjabat, fisik anggaran 2019-2021 telah terealisasi dan di 2022 BLT DD tahap 1 telah terealisasi karena uang masuk mulai bulan Maret, karena selaku pemerintah desa akan berhati-hati untuk menyalurkan dana desa baik fisik maupun BLT DD.”paparnya.

Kemudian terkait gaji aparatur pemerintah desa, Ramli mengatakan karena banyaknya masyarakat yang mengeluh terkait aparatur perangkat desa yang kadang ada dan tidak di kantor desa makanya gajinya ditahan sebagai peringatan.

,”Untuk itu sebagai peringatan maka saya tahan dulu kemarin dan sudah diberikan, kedepan kami akan buatkan perkades tentang perangkat desa supaya jika mereka lalai dalam tugas maka akan saya kasih SP 1, SP 2, SP 3, bila perlu saya akan pecat.”tegasnya.

Lebih lanjut Kades meminta maaf kepada penerima BLT DD atas keterlambatan dikarenakan ada perubahan data karena ditemukan double dalam mendapatkan Bansos.

,”Sekitar 21 orang terdeteksi double dimana setelah keluar BLT DD tahap 1 berselang satu setengah bulan mereka mendapatkan BPNT tambahan maka setelah kami melakukan musdessus pemutakhiran data KPM, BLT DD langsung dibagikan.” ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan yang disampaikan oleh massa aksi menyebutkan pembangunan fisik hanya terpusat di dusun Gemel dan sekitaran rumah kades saja, Kades membeberkan bahwa hasil musrenbangdes, dan musdes disepakati pembangunan harus merata dan dengan keterbatasan anggaran maka disepakati dengan cara bergiliran setiap dusun yang ada di Desa Gemel.

,”Biar tidak menjadi bias sejak musrenbangdes dan musdes kita sepakat agar pembangunan merata masing-masing dusun jangan tumpang tindih, jadi harus bergiliran dan tahun ini memang giliran Dusun Gemel untuk jalan atau infrastruktur yang sudah tua yaitu jalan ke rumah saya, setelah sebelumnya saat pertama menjabat dilaksanakan di Dusun Bunprie, Dusun Bunsibah, Dusun Bilemantik, Dusun Kebon Tengak, Dusun Montong Kecial, Dusun Gemel, dan Dusun Bunceman akan diberikan tahap dua tahun anggaran ini, sedangkan merobok tahun selanjutnya.” paparnya.(SN.03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *