Mataram, suaranusa – Sebanyak 2.610 mahasiswa yang tersebar di 9 fakultas dan 3 prodi di Universitas Mataram (Mataram) ikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik (Reguler dan MBKM) periode semester gasal 2022/2023 .
Rektor Unram dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor bidang Akademik Unram, Agusdin, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram dan jajaran yang telah berupaya untuk membantu terlaksananya acara pelepasan KKN Tematik Unram.
Ia menjelaskan bahwa KKN merupakan kegiatan dalam rangka perwujudan dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat serta implementasi MBKM dan capaian indikator kinerja utama.
“Oleh karena itu mari kita laksanakan program ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya saat melepas mahasiswa KKN
pada Senin, (19/12/ 2022.).
Tak lupa, Wakil Rektor I itu menyampaikan pesan untuk selalu menjaga almamater serta menjaga sopan santun dalam berinteraksi dengan masyarakat.
,“Jaga sopan santun dalam berinteraksi dengan masyarakat sehingga nama kalian juga tetap terjaga, nama lembaga juga tetap terjaga,” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan seluruh mahasiswa peserta KKN harus menjalankan program kerja secara profesional dan optimal. Karena kegiatan KKN dinilai sebagai bentuk sumbang saran kampus bagi pembangunan, dan pengembangan iptek, sosial, ekonomi, dan budaya. Karena Perguruan Tinggi memiliki peran penting sebagai motor penggerak dalam menyukseskan pembangunan.
Sementara itu, Ketua Pusat Layanan KKN LPPM Unram, Dr. Ir. Sukartono, M.Agr.,mengatakan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdispliner, institutional, dan kemitraan.
Dikatakannya bahwa KKN periode Desember 2022 sampai dengan Februari 2023 diikuti oleh 2.610 orang mahasiswa yang tersebar di 9 fakultas dan 3 prodi di bawah Rektor.
Dimana peserta sebanyak 2.610 orang mahasiswa tersebut tersebar di tujuh tema besar yaitu tema desa sehat untuk 47 desa, tema desa preneur untuk 91 desa, tema yang berkaitan dengan zero waste di 8 desa, tema yang berkaitan dengan pertanian maju berkelanjutan di 62 desa, tema desa digital 2 desa, desa dengan tema tanggap bencana di 8 desa dan yang terakhir desa wisata di 43 desa.
Dengan total keseluruhan ada 261 desa di Pulau Lombok yang menjadi sasaran KKN periode Desember 2022 hingga Februari 2023.
Untuk Kabupaten Lombok Barat akan diturunkan mahasiswa di 88 desa. Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 18 desa. Kabupaten Lombok Timur sebanyak 117 desa dan Kabupaten Lombok Utara sebanyak 38 desa.
,”20 tahun lebih, saya melihat belum ada mahasiswa KKN kita di desa-desa di pulau Sumbawa. Ke depan kita akan coba itu dan mohon dukungan agar kita bisa melaksanakan KKN di seluruh desa yang berada di Nusa Tenggara Barat,”harapnya.(SN.red)






