Mataram, suaranusa – Lima orang yang diduga sebagai pelaku penyelundupan benih lobster berhasil diamankan oleh Direktorat Polda NTB.
Kelima orang yang berhasil diamankan tersebut memiliki peran masing masing mulai dari sopir hingga pembeli di nelayan.
Terbongkarnya diduga jaringan penyelundup benih lobster tersebut berawal dari diamankan sopir dan kernet truk pengangkut saat hendak menyeberang di pelabuhan Lembar, Lombok Barat pada Selasa (13/6/2023) kemaren.
Dari tangan mereka berhasil diamankan benih lobster sebanyak 2883 ekor dengan jenis mutiara dan pasir.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Arman Asmara Syaripudin, mengatakan bahwa pengungkapan tersebut di lakukan oleh Direktorat Polairud Polda NTB bersama dengan BKO Polair Baharkam Mabes Polri.
, “Pengungkapannya benih lobster tersebut dari tanggal 13-15 dan 17 Juni 2023 dengan tiga TKP dan lima orang tersangka,”ucapnya Senin (19/6/2023) siang.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol K. S Ritonga, mengatakan bahwa pengungkapan tersebut diawali dengan kerjasama yang dilakukan dengan BKO Polair Baharkam Mabes Polri dan merupakan rangkaian pemeriksaan kasus benih lobster sebulan yang lalu.
Menurut bahwa dari Dari hasil pemeriksaan sementara menyimpulkan bahwa mereka jaringan yg terorganisir.
,”Kenapa, karena memang peran masing masing tersangka itu ada, “ucapnya.
Dipaparkan peran dari para tersangka tersebut yaitu, sopir dan kernek kendaraan yang mengangkut berinisial Z (34) dan K , keduanya berasal dari Lombok Tengah, NTB.
Lanjutnya setelah dilakukan pengembangan ternyata mereka di suruh untuk membawa benih lobster oleh tersangka J, sedangkan J mendapat dari Z dan Er yang membeli dari nelayan.
,”Mereka ini selaku pembeli, mereka beli dari nelayan, pengakuan Z.dan Er bahwa mereka ada yang memodali, “ungkapnya.
, ” Keterangan ini dibuktikan dengan bukti transaksi keuangan mobile bank yang bersangkutan, dimana ada dua nomor rekening selaku pengirim,pemodal ini kirim modal ke rekening Z,” terangnya.
” Kegiatan ini kita simpulkan sangat terorganisir,” tegasnya didampingi oleh Komandan Kapal Baladewa 8002 BKO Polair Baharkam Mabes Polri.
Karena itu pihak Ditpolairud NTB, terus melakukan pengembangan karena nama dari nomor rekening pemodal sudah dikantongi.
,”Nomor dan nama rekening sudah jelas. Kita kordinasi dengan bank dan OJK, “paparnya.
Sementara itu terkait apakah jaringan ini berhubungan dengan luar negeri masih dilakukan pendalaman.
,”Analisa kita pasti dikirim ke luar, ” pungkasnya.
Sementara itu berdasarkan pengakuan sopir (Z) bahwa benih lobster yang diamankan oleh petugas tersebut rencananya akan dibawa menuju Ketapang Jawa Timur.
, “Mau bawa ke Ketapamg, ongkosnya Rp 4 juta, “ucapnya.(SN.red)






