Putra Dompu, Al Fauzi Rahmat, Berhasil Melanjutkan Studi Doktoral Di Benua Eropa

Dompu, suaranusa – Seorang putra daerah yang berasal dari Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat,bernama Al Fauzi Rahmat, telah berhasil melanjutkan studi doktoralnya ke benua Eropa dengan diterima sebagai salah satu awardee [penerima] beasiswa Stipendium Hungaricum Scholarship [SH] dari pemerintah Hongaria.

Fauzi atau Alfar bisa dikatakan sebagai salah satu contoh putra daerah Dompu yang patut ditiru dalam kegigihannya dalam memperjuangkan mimpi dan cita-cita ke benua biru untuk menimba ilmu. Anak kedua dari pasangan Bapak M.Syaifullah dan Ibu Nuryatin ini sebelumnya telah menyelesaikan studi sebelumnya pada jenjang Sarjana (2015-2019) dan Magister di Program Studi Ilmu Pemerintahan (2019-2021) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan predikat Cum Laude dengan IPK 3.90.

Untuk mencapai titik ini tidaklah mudah, sepak terjang mendaftar beberapa beasiswa yang ia lalui sangatlah menantang, Fauzi telah mendaftar setidaknya 6 beasiswa namun mendapat surat penolakan dari 5 beasiswa, hingga akhirnya beasiswa SH inilah yang membawa dan menerbangkan laju asanya untuk mengenyam pendidikan di negara yang berada di kawasan Eropa Tengah itu.

Sebelumnya, Ia berusaha menyisihkan waktu selama menjadi asisten dosen dan peneliti untuk menyiapkan sejumlah dokumen yang dibutuhkan oleh beasiswa, terutama mempersiapkan bahasa asing (Inggris). Beruntungnya, setelah menamatkan jenjang Magisternya dan selama bekerja sebagai asisten dosen dan peneliti, Ia memperoleh beasiswa persiapan IELTS dari Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan, “Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP) Batch IV”.

Sejak saat itu, impian untuk menamatkan seluruh jenjang pendidikan semakin kuat dan membangkitkan kembali keinginannya untuk belajar di luar negeri.

Dikatakannya bahwa untuk mempersiapkan semua (beasiswa) ini membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun, baik dari mempersiapkan Bahasa Inggris melalui program MSPP hingga mempersiapkan dokumen pendukung lainnya.

Putra Dompu yang berdomisili di Yogyakarta ini berjuang untuk memperoleh beasiswa. Bagaimana tidak, banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebelum batas waktu pengajuan beasiswa berakhir.

Disinilah, kata dia, dukungan dari sejumlah pihak turut hadir selama proses pendaftaran beasiswa.

Fauzi mengungkapkan support system yang paling utama adalah datang dari ke kedua orang tua, kemudian dari sahabat dekat dan seperjuangan.

,”Ini semua atas dukungan kedua orang tua saya Bapak M. Syaifullah dan Ibu Nuryatin, tidak ada penolakan dari mereka ketika anak-anaknya bermimpi dan bercita-cita untuk kuliah keluar negeri, ditambah mereka pernah berkata jika bisa anak-anaknya kuliah hingga mencapai level pendidikan tertinggi S-3, dukungan ini membuat semangat saya semakin besar.” terangnya.

Fauzi menambahkan, raihnya kuliah level Doktor di usia 26 tahun dengan beasiswa ini juga tidak luput dukungan motivasi dari sahabat-sahabatnya.

,”Saya juga bisa seperti ini karena lingkungan pertemanan yang suportif, di usia 26 tahun ini saya bisa tumbuh dan berkembang di lingkungan yang saling memberikan motivasi sungguh luar biasa, hindari lingkungan yang membuat kita malas dan sulit berkembang, paling penting adalah jauhi orang-orang yang berdampak buruk pada diri.”paparnya.

5 Kali Gagal Raih Beasiswa

Sejumlah beasiswa, kata dia, memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari persyaratan yang diberikan seperti tata bahasa untuk surat motivasi, daftar riwayat hidup, surat rekomendasi, sertifikat kesehatan, dan lain lain.

Fauzi mengungkapkan bahwa beasiswa memiliki tantangan tersendiri dalam hal kelengkapan persyaratan yang diminta, format yang diajukan juga harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan, seperti daftar riwayat hidup menggunakan standar European, kemudian surat rekomendasi dengan format yang telah ditentukan, serta beberapa dokumen kesehatan yang memiliki perbedaan daftar pemeriksaan kesehatan yang harus dibuktikan.

Beberapa beasiswa yang pernah dicobanya adalah beasiswa professor grants dari University of Groningen (Belanda), Romanian Government Scholarship MFA & MAT (Romania), Turkiye Burslari Scholarship (Turki), dan Beasiswa Kampus Khon Kaen University (Thailand)-diterima namun self-funding.

Pada akhirnya Fauzi berlabu di beasiswa stipendium hungaricum scholarship, Ia diterima menjadi mahasiswa di Doctoral School of Economic and Regional Sciences, di Hungarian University of Agriculture and Life Sciences [MATE], Godollo.

Sekapur Sirih Pesan Dari Fauzi
Ia berpesan kepada anak muda yang memiliki asa untuk kuliah keluar negeri agar tidak perlu khawatir cita-citamu tidak tercapai apabila saat ini sedang dalam proses untuk meraihnya. Jika itu berhasil diperoleh maka Anda menang, jika pun tidak diterima tentu jangan patah semangat, ribuan beasiswa berseliweran di luar sana,

,”Bermimpi lah, sertakan dengan tindakan, jangan bermalas-malasan, tuntaskan cita yang diharapkan, maka semua akan datang dengan sendirinya, jika berhasil itu adalah buah dari perjuangan dan kesabaran yang selama ini dilalui, jika tidak masih banyak peluang lain yang menanti,” pesannya.

Fauzi sebelumnya pernah mengenyam pendidikan Student Exchange di Negeri Gajah Putih (Thailand) terus memberikan motivasi kepada teman-teman lainnya. Hal ini dibuktikan dengan ia menerbitkan buku yang berjudul “lika-likuliah: Tell Short Story Behind Study in Chiang Mai Thailand”, ISBN: 978-623-7474-40-1. Buku yang menceritakan perjalanan selama menempuh pendidikan di sebuah kampus di provinsi Chiang Mai.

Pada kesempatan kali ini kembali Ia berharap dapat menerbitkan buku keduanya tentang perjalanannya menuntut ilmu di daratan Eropa yang dikenal dengan Benua Biru. Sudah banyak bukti bahwa anak-anak daerah juga bisa meraih cita-cita kuliah di luar negeri. Menuntut ilmu tidak ada batasnya dan perjalanan menimba ilmu tidak akan pernah ada habisnya. Jadi, kita harus menyediakan biaya, jika bukan uang maka waktu yang harus dikorbankan.(SN.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *