Lombok Tengah, suaranusa – Warga Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah NTB, menolak rencana pembangunan gedung olahraga badminton yang menggunakan dana aspirasi.
Pasalnya, rencana pembangunan gedung olahraga badminton tersebut dinilai tidak memiliki asas manfaat untuk masyarakat Desa Beraim sendiri.
Rencana penolakan masyarakat terhadap pembangunan gedung olahraga tersebut di akomodir oleh Aliansi Pemuda Peduli Desa (APPEDES) dan berencanabakan menggelar aksi solidaritas atau aksi demonstrasi di depan Kantor Desa Beraim.
Ketua Aliansi Pemuda Peduli Desa (APPEDES) Muhamad Hamidi , rencana pembangunan gedung olahraga badminton yang bersumber dari dana aspirasi salah satu anggota dewan tersebut berada di areal pasar, yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat Desa Beraim beraktivitas mengais rejeki dan transaksi jual beli bahkan berdampak terhadap perekonomian.
,”Pembangunan gedung olahraga tersebut berdampak merusak perekonomian dan mengambil alih pungsi pasar”, ucapnya melalui pesan singkat, Rabu (4/10/2023).
Humaidi menambahkan dalam pembangunan gedung olahraga badminton tersebut juga hanya merupakan kepentingan politik salah satu oknum anggota dewan Povinsi NTB.
,”Secara tidak langsung kalau Kepala Desa Beraim memberikan izin terhadap pembangunan gedung olahraga badminton tersebut patut diduga ikut terlibat secara langsung dalam politik praktis,” ungkapnya.
,”Dari hasil penelusuran, papan plang jumlah anggaran dan rincian anggaran biaya tidak ada terpasang bahkan Kontraktor yang mengerjakan pun tidak diketahui” jelasnya.
Disampaikan pula bahwa, meskipun pasar tersebut beroperasi hari rabu saja namun ruko yang ada di areal tersebut beroperasi setiap hari
Sementara itu Kepala Desa Beraim Lalu Januarsa Atmaja yang dimintai tanggapannya mengenai aksi penolakan masyarakat terhadap pembangunan gedung olahraga Badminton tersebut melalui pesan singkat belum memberikan tanggapannya.
Terpisa, salah satu anggota Dewan Provinsi NTB inisial LWJ yang juga dimintai tanggapannya terkait hal tersebut belum dapat dihubungi.(SN.02)






