Lombok Tengah, suaranusa – Kedatangan Mentri HAk Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia (RI) Natalius Pigai untuk menghadiri acara jalan sehat di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah NTB pada Sabtu (21/06/2025) mendatang mendapatkan penolakan dari sejumlah pemudan dan mahasiswa Desa Pejanggik.
Ilmiatus Solihah mengatakan, penolakan kedatangan Natalius Pigai bukan tanpa alasan melainkan karena pemuda dan mahasiswa asal Desa Pejanggik merasa tidak dilibatkan baik oleh pemerintah Desa (Pemdes) dan pemerintah Kecamatan Praya Tengah dalam persiapan acara, lebih lebih ada kegiatan launching buku sejarah Desa Pejanggik dan HUT Desa Pejanggik.
“Kok kami pemuda dan mahasiswa setempat tidak dilibatkan, padahal ini kegiatan dihadiri oleh Mentri, kesempatan kami untuk bertemu dan menyampaikn aspirasi dan potensi yang ada di tempat kami,” kata Ilmiatus Solihah pada Jumat (20/06/2025).
“Ditambah lagi dalam rangkaian kegiatan nanti akan ada launching buku sejarah Desa Pejanggik dan HUT Desa Pejanggik, referensinya dari mana, jangan buat kami jadi penonton di tempat kelahiran kami,” jelas Ilmiatus Solihah
“Apakah membangun Desa bisa hanya dilakukan oleh Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan saja,” tanyanya dengan nada geram.
Aksi penolakan kedatangan Mentri untuk menghadiri kegiatan jalan sehat oleh pemuda dan mahasiswa asal desa Pejanggik akan dilakukan dengan melakukan pemblokiran jalan yang akan dilalui saat jalan sehat oleh Mentri HAM RI. “Kami akan lakukan pemblokiran jalan yang akan dilalui oleh Mentri HAM RI saat kegiatan jalan sehat nanti, sebagai bentuk protes kami pemuda dan mahasiswa Desa Pejanggik kepada Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan,” ungkapnya.
Terpisah Salah satu Tokoh masyarakat Desa Pejanggik Saleh Hambali yang dimintai tanggapannya terhadap aksi penolakan kedatangan Mentri HAM RI oleh pemuda dan Mahasiswa Desa Pejanggik memberikan dukungan penuh. “Saya dukung sepenuhnya aksi penolakan kedatangan Mentri HAM RI oleh pemuda dan mahsiswa Desa Pejanggik,” katanya.
“Hal ini agar dapat dijadikan pelajaran oleh Pemerintah Desa Pejanggik dan Pemerintah Kecamatan Praya Tengah agar dalam kegiatan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, lebih lebih ini merupakan kegitan se level Nasional,” tambahnya.
Sementara itu Camat Praya Tengah Lalu Muhamad Saleh yang dihubungi melalui sambungan telfon menepis tidak melibatkan Pemuda dan Mahasiswa.(SN.01)






