Lombok Tengah, suaranusa – Intensitas hujan yang lumayan tinggi sejak dua hari terakhir hingga Selasa (24/02) menyebabkan air meluap hingga banjir disejumlah lokasi di kabupaten Lombok Tengah.
Menurut laporan BPBD Kabupaten Lombok Tengah yang paling terdampak cukup parah ada di 3 Kecamatan yakni kecamatan Praya Timur, Praya Barat, dan Pujut.
Untuk Kecamatan Praya Barat Desa terdampak banjir Desa Tanak Rarang dan Desa Stanggor. Total dari 3 Kecamatan 13 Desa terdampak banjir.
Wilayah kecamatan Pujut bagian selatan yakni zona Empak Bao yang terdampak paling parah karena arus air yang tinggi menutup seluruh akses jalan yang menghambat proses evakuasi dan pengiriman logistik bantuan.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan meningkatnya debit air dari perbukitan serta meluapnya saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air, sehingga mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga.
Sedangkan Kecamatan Praya Timur hampir seluruh desanya terdampak air meluap mulai dari Bilelando, semoyang, Ganti, Beleke, Marong, dan Desa Kidang.
Untuk Kecamatan lain seperti Batukliang Utara tepatnya di desa Setiling adanya laporan warga yang tertimpa pohon tumbang.
Kepala BPBD Lombok Tengah Ridwan Makruf, mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa. Namun terdapat kerugian materiil berupa kerusakan bangunan warga, kendaraan terendam, serta sempat terganggunya arus lalu lintas di beberapa titik.
” Kita masih menunggu laporan dari tim yang sudah turun ke lokasi yang terdampak bencana sampai malam ini belum ada korban jiwa,” terang Ridwan.
Ia juga menambahkan untuk sementara data yang yang dikirim BPBD Lombok Tengah ke BNPB pusat sebanyak 704 KK yang terendam banjir namun diperkirakan jumlah akan terus bertambah mengingat banjir kali ini terhitung yang paling parah terjadi di kabupaten Lombok Tengah.
” Kami sedang mengumpulkan laporan dan asesmen dari anggota untuk droping bantuan logistik. Semoga besok pagi semua sudah bisa kami salurkan,” tungkas Ridwan.(SN.03)












