Lombok Tengah, suaranusa – Musrenbang Tematik Pendidikan ke 2 resmi digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu (11/02). Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif lintas pemangku kepentingan untuk merumuskan arah perencanaan pembangunan pendidikan daerah.
Kegiatan Musrenbang tematik pendidikan yang ke 2 ini dibuka secara resmi dibuka oleh wakil Bupati Lombok Tengah HM. Nursiah.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Lombok Tengah Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si. menyampaikan pentingnya evaluasi dalam dunia pendidikan. Satuan pendidikan ditingkat sekolah adalah satuan yang sangat terukur sedang Dinas Pendidikan adalah fasilitator.
“Dinas Pendidikan telah memfasilitasi program kegiatan pembinaan dan pengawasan termasuk juga mempersiapkan tenaga pendidikan dan administrasi,” ungkap Nursiah.
Ia menambahkan bahwa Indeks SPM Lombok Tengah telah mencapai kategori tuntas Pratama dengan nilai 72,39. Raport pendidikan berada di kategori sedang disertai peningkatan konsisten dalam numerasi dan literasi.
“Kegiatan ini menjadi forum kolaboratif lintas pemangku kepentingan untuk merumuskan arah perencanaan pembangunan pendidikan daerah,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pendekatan tematik menuntut analisis yang serius terhadap akar persoalan pendidikan dan mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya kepala sekolah dan tenaga pendidik, untuk aktif berdiskusi demi merumuskan solusi yang tepat bagi pembangunan pendidikan di Lombok Tengah.
Sementara itu, Jamaludin dari Program Inovasi Provinsi NTB menilai Musrenbang sebagai momentum strategis untuk membuka isu-isu aktual pendidikan berbasis fakta lapangan.
“Ini sangat penting untuk penyusunan usulan prioritas yang selaras dengan kapasitas daerah dan kebijakan yang berlaku agar dapat diimplementasikan secara efektif,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Bidang AP2M di Bapperida Loteng Sri Mulyana Widiastuti menyampaikan Musrenbang Tematik Pendidikan yang telah dilaksanakan untuk kedua kalinya ini merupakan bentuk perencanaan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak peduli pendidikan.
“Forum ini menjadi wadah berbagi informasi, mengidentifikasi permasalahan, serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan di Lombok Tengah,” jelasnya.
Ia pun menjelaskan latar belakang pelaksanaan Musrenbang tematik pendidikan adalah salah satu bentuk perencanaan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak yang berkaitan dengan isu pendidikan.
Musrenbang tematik pendidikan merupakan wadah informasi berbagai pihak yang kemudian nantinya mengidentifikasi permasalahan pendidikan dan merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan di kabupaten Lombok Tengah.
Tujuan diadakannya Musrenbang tematik pendidikan yang ke-dua diantaranya :
1. Memastikan bahwa isu prioritas mengenai pendidikan dan mutu layanan pendidikan di kabupaten Lombok Tengah seperti isu anak tidak sekolah, literasi dan numerasi, inklusif dan digitalisasi sistem pembelajaran bisa terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah tahun anggaran 2027. Diketahui menurut data dari Bapperida sebanyak 14.385 tidak sekolah di kabupaten Lombok Tengah.
2. Menyusun usulan program kegiatan prioritas untuk mendukung penguatan isu isu pendidikan di kabupaten Lombok Tengah.
3. Menguatkan kolaborasi lintas sektor dalam merancang solusi berbasis data dan kebutuhan di satuan pendidikan termasuk menerapkan perencanaan berbasis datapada setiap isu prioritas dan mekanisme kerja lintas sektor untuk diimplementasikan pada kebijakan pendidikan di kabupaten Lombok Tengah.
“Ada 5 Isu mendalam yang diangkat dalam Musrenbang kali ini yakni Wajib Belajar 13 tahun, Literasi dan Numerasi, pendidikan inklusif dan pendidikan karakter,” pungkasnya.(SN.03)






