Samara Lombok Dorong Peningkatan Pariwisata Dengan Inovasi Yang Bermanfaat Bagi Masyarakat

Lombok Tengah, suaranusa — Samara Lombok menggelar forum diskusi bertema “Tourism Innovation and Sustainable Tourism Discussion Forum” di Tiga Kelapa, Samara Hills Lombok, Kamis (22/10/2026). Forum ini diselenggarakan guna meningkatkan inovasi pariwisata berkelanjutan serta mendorong kontribusi pengembangan kawasan bagi masyarakat Lombok Tengah dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, Dandim 1620/Lombok Tengah Arh. Moh. Arifin, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah, Kapolsek Praya Barat Daya, Kepala Desa Montong Ajan (Kecamatan Praya Barat Daya), Kepala Desa Buwun Mas (Kecamatan Sekotong), serta jajaran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelaku industri pariwisata setempat.

Selain membahas inovasi di bidang pariwisata, agenda ini dirangkai dengan penyerahan santunan kepada puluhan santri yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Lombok Tengah, Dandim 1620/Lombok Tengah, Pemilik PT Mitra Alam, serta Pemilik Samara Lombok.

Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, dalam sambutannya menekankan bahwa keberadaan Samara Lombok di perbatasan Lombok Tengah dan Lombok Barat tidak perlu diperdebatkan kepemilikannya, melainkan harus dijadikan peluang untuk maju bersama.

​”Persoalan batas administrasi memang tetap diperlukan untuk menentukan kewenangan pemerintahan, termasuk penyaluran pajak daerah. Namun, yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan dan menjadi peluang untuk mendorong kemajuan daerah,” ujar Pathul.

Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut harus memberikan dampak ekonomi yang berkeadilan bagi warga di kedua kabupaten.

“Tempat Samara ini tidak boleh diperdebatkan milik siapa, apakah Lombok Tengah atau Lombok Barat. Kalau daerah perbatasan maju, daerah secara keseluruhan juga akan ikut maju. Ini milik bersama,” tegasnya.

Pathul juga memaparkan bahwa APBD Kabupaten Lombok Tengah saat ini berada di kisaran Rp2,8 triliun, yang di antaranya bersumber dari pajak hotel dan restoran. Melalui anggaran tersebut, pemerintah daerah menjalankan berbagai program sosial dan kemasyarakatan.

“Pemerintah menjalankan sejumlah program, termasuk pemberian insentif bagi marbot masjid dan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan program hanya dengan menunjukkan KTP. Dari mana anggarannya? Salah satunya dari pajak hotel dan restoran,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, tokoh pariwisata sekaligus Pemilik PT Mitra Alam, H. Lalu Fathurrahman, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak terhadap pembangunan Samara Lombok.

Ia berharap keberadaan kawasan pariwisata ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM.
​

“Perekrutan tenaga kerja oleh Samara Lombok melibatkan berbagai unsur masyarakat sekitar. Sebanyak 90 persen pekerjanya merupakan warga lokal. Kesempatan bekerja tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang pendidikan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan pekerjaan,” ungkap Fathurrahman.

​Sementara itu, Co-founder dan pimpinan Samara Lombok, Tom Wheeler, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus memperluas program pemberdayaan masyarakat. Saat ini, Samara Lombok telah memberikan bantuan tempat sampah untuk sekolah-sekolah serta menggelar pelatihan bagi sekitar 200 warga setempat.
​

“Kami berencana membuka sekolah atau program pendidikan dan pelatihan khusus yang ditargetkan bagi sekitar 400 warga agar mereka siap bekerja di Samara (We plan to open a specialized education and training school or program targeting approximately 400 citizens to prepare them for employment at Samara),” terang Tom.
​

Tom berharap kehadiran Samara Lombok tidak sekadar berfokus pada pengembangan properti, melainkan juga membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat lokal serta mendorong kemajuan daerah secara kolaboratif.

​”Bagaimana kita membangun kawasan ini dengan saling merangkul untuk maju bersama (How we build the region, embracing each other to build together),” tutupnya.(SN.03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *