BWS NT 1 Canangkan Sungai Leneng Jadi Destinasi Wisata

Kelurahan Leneng kini mulai menggarap program bersih sungai. Pasalnya, kondisi sungai memang harus bersih dari sampah agar tampak asri dan indah. Bahkan, gembar-gembor dari desa kini banyak yang menjadikan sungai sebagai destinasi wisata. Sehingga mulai hari ini, Jumat (13/09), Kelurahan Leneng menggelar program bersih sungai yang dihadiri Pengendali Teknis Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 (BWS NT1), Lalu Siswadi, Lurah Leneng, L. Isnaini, Anggota Dewan PKS, H. Supli, Tim pengawas sungai, dan puluhan masyarakat.
Menanggapi program bersih sungai tersebut, Pengendali Teknis BWS NT1, L. Siswadi menyampaikan program yang dilakukan ini merupakan langkah awal untuk Lurah dan masyarakat Leneng untuk kedepannya lebih antusias lagi dalam membersihkan sungai. Mengingat sungai di Kelurahan Leneng sangat berpotensi untuk dijadikan destinasi wisata.
Selain itu, diharapkan agar seluruh masyarakat menjadikan program bersih sungai menjadi suatu kebiasaan. Dengan begitu, budaya bersih akan menjadi identitas masyarakat Leneng. Terlebih, di Leneng merupakan pusat instansi. Banyak kantor-kantor yang berada Kelurahan Leneng. 
“Kita harapkan program bersih sungai menjadi kegiatan rutin. Setelah sungai ini bersih baru kita perindah. Sungai ini memiliki potensi untuk dijadikan destinasi wisata,” katanya.
Lebih jauh disampaikan, setelah sungai bersih maka perlu diberikan sentuhan untuk menjadikannya indah. Misalnya, dinding bibir sungai bisa di cat agar tampak lebih indah. Selain itu, masyarakat juga bisa mengisi area pinggir sungai dengan berjualan. Sehingga dengan begitu, ekonomi masyarakat di Leneng bisa meningkat.
“Kalau kita sudah memperindah sungai maka secara otomatis masyarakat akan tertarik mengunjungi. Di sungai ini bisa mita jadikan tempat berjualan, memancing, bahkan kalau airnya deras bisa dimanfaatkan menjadi lokasi arum jeram,” tandasnya.
Sementara, Lurah Leneng, L. Isnaini, mengatakan, bersih sungai akan menjadi budaya yang akan selalu diterapkan di Leneng. Bukan sebatas seremonial semata. Kedepannya, masyarakat akan lebih antusias untuk membersihkan sungai. Terbukti, hari ini saja sudah lumayan banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi.
Ia juga mengharapkan Kelompok Masyarakat Peduli Sampah (KMPS) Kelurahan Leneng dapat bersinergi dengan masyarakat untuk menciptakan kebersihan sungai. Dengan begitu, akan terbangun pola pikir masyarakat dengan sendirinya dan sadar akan kepedulian terhadap kebersihan sungai. 
“Sejauh ini kita sudah saksikan bahwa masyarakat sudah tidak lagi membuang sampah ke sungai. Artinya, pola pikir masyarakat sudah terbangun. Sehingga kalau ada yang membuang sampah ke sungai mereka akan menegur,” ungkapnya.
Senada dengan apa yang disampaikan L. Siswadi, Ajik sapaan akrab L. Isnaini juga berharap kedepannya sungai Leneng bisa menjadi destinasi wisata. Sebab menurutnya sungai ini memiliki potensi untuk dijadikan destinasi wisata. 

“Banyak konsep yang akan kita kembangkan di sungai ini. Namun semua tentu tidak terlepas dari peran semua pihak untuk mewujudkannya. Kita akan dorong terus kegiatan ini lebih masif lagi. Sehingga arah untuk  menjadikan sungai ini menjadi destinasi wisata segera terwujud,” harapnya. 
Selain itu, anggota DPRD Loteng, H. Supli, berharap pihak Kelurahan juga bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait pembersihan sungai. “Kalau sudah menjalin koordinasi dengan Pemda akan mempermudah penbangunan sungai ke arah yang lebih baik lagi,” kata pentolan PKS itu.
Disampaikan, bahwa dii Leneng sudah 3 kalu dikakukan pembersihan anak sungai. Bahkan aspirasi dewan untuk penaludan sungai dan anak sungai sebagian sudah selesai dikerjakan. Diharapkan pada tahun 2020 mendatang semua bisa tuntas 100 persen. 
“Tahun kemarin kita mengajak masyarakat membersihkan anak sungai dan Alhamdulillah semua masyarakat turun. Masyarakat berkubangan ditempat yang sangat kotor dan akhirnya bersih. Setelah anak sungai itu dibersihkan bersih, kita taruhkan ikan 100 kg,” terangnya.
Dijelaskan, dulu sungai ini dibagi 2, ada tiwu belo dan tiwu kontek, airnya sangat jernih. Berdasarkan sejarah, sungai ini tetap bersih. “Sungai ini tidak akan dijadikan tempat pembuangan sampah. Masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai. Juga, anggaran Lurah akan bertambah dan itu bisa dikelola untuk mengelola sungai,” pungkasnya. (ces) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *