Kepala Desa Desa Sisik, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, terus berupaya membangun desa. Terbukti beberapa ruas dusun tengah digarap dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD). “Kita telah menganggarkan 180 Juta dari DD dan ADD 2018 ini untuk pengaspalan ruas jalan di Dusun Sisik Barat sepanjang 662 M, dan untuk rabat jalan kita telah anggarkan 24 Juta di Dusun Montong Goak,” katanya saat ditemui wartawan di lokasi Proyek IPAL Komunul di Dusun Sisik Barat didampingi Sekdes, Babin Kamtibmas, staff desa dan beberapa warga pada Jum’at, (13/ 09).
Dijelaskan, disamping pihaknya telah memprogramkan pembangunan secara fisik. Pihaknya juga telah melakukan pengembangan IPM desa Sisik dengan berbagai macam program pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia di Desa Sisik.
“Melalui program IPM tersebut, kita harapkan masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Sehingga mereka nantinya menjadi masyarakat yang mandiri. Sejauh ini kita berikan pelatihan keterampilan perbengkelan untuk pemudanya dan pelatihan membuat jenis kuliner untuk ibu ibu,” jelasnya.
Lebih jauh Dikatakan, untuk program rumah tidak layak huni, pihaknya telah menganggarkan 9 rumah di Desa Sisik dengan anggaran Rp 135.000.000 yang berasal dari dana desa dengan total anggaran di APBDes 2018 sekitar 2.178.000.000.,” terangnya.
Selain program yang dipakai dari DD dan ADD juga ada ada program jenis IPAL Komunal. Program itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk kelestarian lingkungan dengan pembangunan spiteng, pagu Rp 488.600.000.
Diakuinya, anggaran untuk pembangunan IPAL Komunal jauh lebih sedikit dari desa lain. Seharusnya anggaran untuk program IPAL Komunal semitar 900.000.000. Bahkan desa yang lain mendapat anggaran sebesar itu.
“Kita hanya mendapat sisa anggaran. Seharusnya anggaran yang diberikan harus sama dengan desa lain. Namun dengan ikhtiar dan semangat warga akhirnya kita tetap membangun. Pembangunan sudah berjalan sekitar 30 persen dan peruntukannya untuk 50 KK warga sekitar,” ungkapnya.
Desa yang terbagi menjadi 9 dusun tersebut terus berupaya melakukan pembenahan melalui berbagai program. Selain itu, rencananya salah satu sungai yang ada di Kokoh Dalem akan dijadikan destinasi wisata. Mengingat di area sungai tersebut memiliki goa yang konon ceritanya goanya sangat luas.
“Kita juga rencananya akan jadikan sungai kokoh dalem menjadi objek wisata. Cerita yang berkembang di sana ada goa yang sangat luas. Namun, kita masih terkendala karena berdasarkan cerita yang beredar area tersebut masih mistis. Katanya ada Ular Belae yang menjaga kawasan goa itu. Akan tetapi, suatu saat kita akan bersama-sama meninjau dan jika memungkinkan akan kita jadikan sebagai destinasi wisata,” tandasnya. (ces)







