Ratusan Ekor Sapi Diterima Warga Miskin

Wabup Loteng, HL. Pathul Bahri menyerahkan sapi
Sosialisasi dan serah terima bantuan ternak Kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) dan kelompok tani digelar di Aula dinas ketahanan pangan (05/09). Dihadiri Wabup Loteng, HL. Pathul Bahri,  Inspektorat, L. Aswantara, Kadis Pertanian, L. Iskandar, forkopimda, dan masyarakat penerima bantuan ternak. 
Kadis Pertanian, L. Iskandar menyampaikan kegiatan bantuan hewan ternak dalam rangka untuk menyamakan persepsi terkait program pengentasan angka kemiskinan di Loteng. Diharapkan bantuan yang telah diberikan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Kita sangat berharap agar bantuan ini bisa dikelola dengan baik. Karena berdasarkan  fakta, ada kejadian di lapangan bahwa bantuan yang diserahkan tidak bisa bertahan lama. Kejadian tersebut diharapkan tidak terulang lagi,” katanya.
Diakuinya, program ini tidak bisa dilaksanakan secara parsial, melainkan program ini terlaksana secara terpadu. Artinya, dinas pertanian bersinergi dengan pemerintah daerah dan aspirasi dari dewan. Sehingga program ini dapat terlaksana.
Selain bantuan bibit hewan ternak ini, ungkapnya, beberapa bulan yang lalu dinas pertanian juga pernah memberikan bantuan 64 unit alat pertanian kepada RTM dan kelompok tani. Anggaran APBD berikutnya nanti, dinas pertanian juga rencananya akan memberikan bantuan lagi kepada RTM dan kelompok tani. 
Jumlah bantuan ternak yang diberikan sebanyak 294 ekor. Sejauh ini yang sudah terdistribusi 230 ekor. Sisanya akan diberikan menyusul dan dalam waktu dekat akan diserahkan.
“294 ekor sapi akan kita berikan kepada RTM dan kelompok tani. Sapi yang diberikan ini memiliki asuransi. Jadi, kalau suatu saat sapi ini mati bisa dilaporkan dan akan diganti. Meski begitu, penerima bantuan harus tetap menjaganya,” pungkas L. Iskandar.
Sementara, Wabup Loteng, HL. Pathul Bahri menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut sebagai upaya dalam berkomitmen menekan angka kemiskinan di Loteng. Terobosan program tersebut merupakan salah satu upaya dari pemerintah daerah melalui dinas pertanian untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
 
Disampaikan, penerima bantuan mengacu pada warga miskin yang sudah terdah terdaftar pada Basis Data Terpadu (BDT).  Kategori miskin itu sendiri terbagi atas 3 kategori, yakni, miskin, setengah miskin, dan sangat miskin. Oleh karenanya, yang diberikan bantuan adalah masyarakat yang kategori sangat miskin. Sejauh ini sebanyak 30.400 keluarga miskin di Loteng. Dengan penduduk 1 juta lebih dari 139 Desa dan Kelurahan, dan 12 Kecamatan.
Sebelumnya, angka kemiskinan di Loteng sebesar 15,87 persen, dan sekarang menurun menjadi angka 13,73 persen. Artinya, Loteng menyumbang penurunan angka kemiskinan yang cukup baik di NTB. Semua tidak terlepas dari perhatian pemerintah pusat kepada Loteng. (ces)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *