Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Fraksi PKS, H. Ahmad Supli, SH, kembali menggelar reses di Masjid Nurul Islam Leneng dengan agenda diskusi terkait Pengelolaan dan Pemakmuran Masjid. “Banyak hal yang akan kita lakukan di Leneng untuk ke depannya. Meski sebelumnya juga pernah dilakukan di beberapa titik. Tentu semua tidak bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Sehingga semua menjadi PR besar,” ungkap Supli saat melakukan reses di Kelurahan Leneng bersama Lurah Leneng, L. Isnaini, S.Sos, Ketua Baznas Loteng, Abdul Hakim, SH, dan ratusan jamaah Masjid Nurul Islam Leneng di Leneng, Praya pada Selasa malam (22/10).
Supli berharap semoga posisinya sebagai anggota dewan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Sehingga melalui dialog bersama jamaah masjid, pihaknya diberikan masukan tentang apa saja yang selama ini perlu dibenahi dan diprogramkan.
“Kita sebelumnya sudah membuatkan Perda Pemakmuran Masjid. Di beberapa masjid sudah kita buatkan bidang sanitasi dan perpustakaan. Kalau pembangunan masjid saya rasa masyarakat bisa dirikan tanpa bantuan pemerintah. Sehingga kita lebih programkan pada bidang sanitasi, perpustakaan masjid, dan lainnya. Sedangkan untuk madrasah juga sudah kita programkan,” jelasnya.
Disampaikan, hal yang perlu dilakukan saat ini adalah membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk memakmurkan Masjid. Sungguh dilematis ketika Pulau ini dikatakan pulau seribu masjid namun jamaah yang mengisi shaf ketika shalat berjamaah sangat minim. Sehingga perlu dibangun kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk memakmurkan masjid.
Diakui, Masjid Nurul Islam Leneng belum memiliki marbot. Sehingga Berbagai upaya dilakukan. Bahkan sempat diumumkan namun belum ada yang benar-benar siap. Padahal, siapapun yang mau menjadi marbot akan diberikan gaji perbulan minimal 1 juta.
“Kalau dalam waktu satu pekan ini tidak ada yang unjuk diri untuk menjadi marbot di Masjid ini, saya akan tunjuk anak saya Khaerul Amin dan Fauzan Azima untuk menjadi marbot,” imbuhnya.
Sementara, Lurah Leneng, L. Isnaini, menyampaikan bahwa pada hakikatnya sebagai wakil rakyat, ini merupakan tugas yang harus dilakukan oleh H. Supli. Tidak hanya bekerja di meja dewan saja melainkan tugasnya juga untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat melalui reses ini.
“Fungsi dewan ini untuk menyampaikan aspirasi kita semua kepada pemerintah untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah melalui meja sidang dewan,” katanya.
Diharapkan, pada periode kedua ini, Supli bisa lebih baik lagi dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Dengan begitu, kesejateraan masyarakat akan terwujud.”Semoga di periode kedua ini, dewan kita yang ada di Leneng bisa memberikan hal yang lebih baik lagi untuk kesejateraan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai pelayan masyarakat, kata Lurah Leneng, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan Supli. Mengingat, politik harus disampaikan dan butuh transparansi.
Yang memprihatinkan, serunya, keberlangsungan para pemuda yang ada di Kelurahan Leneng. Mengingat maraknya peredaran barang haram jenis Narkotika tersebut. “Bukan hal yang tidak mungkin kalau kita tidak intens memperhatikan anak dan keluarga kita, suatu saat bisa terjerumus oleh barang haram tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, hal tersebut merupakan perhatian serius dari pemerintah. Untuk itu, melalui kesempatan yang baik ini, diharapkan anggota Dewan Fraksi PKS tersebut bisa memperhatikan lebih terkait permasalahan tersebut.
“Kita minta agar Supli bisa betul-betul memperhatikan pemuda kita agar terhindar dari Narkoba. Tentu semua pihak juga harus mendukung berbagai upaya pencegahan penggunaan dan pengedaran narkoba di Leneng ini,” tutupnya. (ces)












