IRT di Kota Praya Ini Sulap Lahan Kosong Jadi Taman Sayur

LOMBOK TENGAH, SUARANUSA- Salah seorang penggiat tanaman sayur atau hortikultura di Kelurahan Praya Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, yakni Ibu Baiq Tina Herawati saat ini menjadi inspirasi bagi Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk memanfatkan lahan halaman rumah dengan menanam berbagai jenis sayur.

Dimasa pandemi ini, tentunya Ibu Rumah Tangga akan merasa sumpek dan kaku dengan berdiam diri di rumah saja tanpa aktivitas yang menarik dan menghasilkan. Dengan bercocok tanam, berbagai jenis sayur segar dan higienis mampu dihasilkan.

Baiq Tina mengaku dengan senang hati untuk memberikan edukasi terkait tata cara bercocok tanam yang baik. Terbukti, di kebun sempitnya yang berada di Kampung Mekar Sari Lingkungan Marde itu, Ibu Tina telah mampu menghasilkan beraneka jenis tanaman sayur dan buah yang segar. Hal itu dilakukannya dengan memanfaatkan bahan organik sebagai pupuknya.

“Dengan menggunakan pupuk organik hasilnya jauh lebih bagus dan sayur tampak segar serta higienis. Semua Ibu-ibu tentunya bisa melakukan hal yang sama seperti saya ini. Saya dengan senang hati jika IRT mau bercocok tanam memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya,” ujar Tina.

Pihaknya juga telah menyiapkan beraneka bibit sayur dan buah bagi siapa saja yang berminat bercocok tanam. Tanaman yang tersedia berupa bibit cabe, kangkung, sawi, selada, pakcoi, mentimun, dan jenis sayur lainnya.

“Selain dapat memperindah pekarangan rumah. Tanaman sayur mayur juga tentunya dapat dijadikan untuk mencukupi kebutuhan lauk pauk. Tanpa harus membeli ke pasar. Selain itu, tanaman yang kita tanam juga sudah jelas kualitasnya. Jadi kita tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi,” ungkapnya.

Selain menanam berbagai jenis sayur, Baiq Tina juga membudidayakan ikan Lele dalam wadah ember dengan kapasitas 25 ekor sampai 50 ekor. Disekeliling ember tersebut menjalar sayuran kangkung yang dikonsep unik dan menarik.

“Jadi, selain kita dapat panen ikannya, kita juga dapat memetik sayur di atasnya. Ini sangat cocok diterapkan bagi semua orang. Karena lahan yang dibutuhkan tidak banyak dan media yang digunakan juga sangat mudah didapatkan. Hanya menggunakan ember saja,” paparnya.

Ia juga berharap jejaknya dapat ditiru petani-petani lainnya. Sehingga hasil yang didapat tidak monoton. Sebagi petani harus kreatif menciptakan terobosan-terobosan.

“Kita harus kreatif. Di era modernisasi ini kita bisa menciptakan peluang untuk menghasilkan sesuatu yang unik dan bermanfaat. Apalagi, media tanam yang digunakan sangatlah sederhana. Jadi, baik petani maupun IRT bisa mempraktikkan di lahan masing-masing,” pungkasnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *